JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui vaksin influenza berbasis mRNA pertama di negara tersebut. Vaksin ini ditujukan bagi orang dewasa berusia 50 tahun ke atas.
Perusahaan farmasi Moderna mengumumkan persetujuan tersebut pada Rabu. Langkah ini menjadi tonggak baru dalam pengembangan vaksin berbasis teknologi mRNA.
CEO Moderna Stephane Bancel mengatakan influenza masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat. Karena itu, vaksin mFLUSIVA diharapkan menjadi pilihan baru untuk melindungi kelompok lanjut usia di Amerika Serikat.
Selain itu, Bancel menilai persetujuan FDA menunjukkan potensi teknologi mRNA. Menurutnya, platform tersebut dapat membantu mengatasi berbagai tantangan kesehatan melalui inovasi ilmiah.
Moderna menguji vaksin itu pada lebih dari 40.000 peserta berusia 50 tahun ke atas. Penelitian berlangsung selama musim virus pernapasan 2024–2025.
Hasil uji klinis menunjukkan mFLUSIVA sekitar 27 persen lebih efektif dibandingkan vaksin flu standar. Temuan itu menjadi dasar utama persetujuan FDA.
Meski begitu, vaksin ini tetap menimbulkan efek samping yang umumnya ringan. Beberapa peserta melaporkan nyeri pada lokasi suntikan, kelelahan, sakit kepala, serta nyeri otot dan sendi.
Sementara itu, sebagian peserta juga mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, mual, muntah, dan demam. Moderna menyatakan efek tersebut sesuai dengan profil keamanan yang dipantau selama uji klinis.