JAKARTA, Cobisnis.com – Fenomena langit langka berupa gerhana matahari cincin diperkirakan akan terjadi pada 17 Februari 2026, beberapa minggu menjelang bulan Ramadhan. Berdasarkan informasi dari situs timeanddate, gerhana akan dimulai dengan fase sebagian pada pukul 16.56 WIB, fase total pukul 18.42 WIB, fase cincin maksimum pada 19.12 WIB, dan berakhir kembali dengan gerhana sebagian pada 21.27 WIB.
Menurut Bosscha ITB, gerhana matahari cincin terjadi ketika bulan berada pada titik terjauh dari bumi (apogee). Akibatnya, ukuran piringan bulan terlihat lebih kecil dibanding matahari, sehingga bulan tidak sepenuhnya menutupi matahari dan membentuk tampilan seperti cincin pada puncak gerhana.
Sayangnya, fenomena ini tidak dapat disaksikan langsung dari Indonesia. Gerhana matahari cincin hanya terlihat sepenuhnya di Antartika, mulai pukul 6.57 CLST hingga 18.10 MAWT. Beberapa negara lain akan menyaksikan gerhana dalam bentuk parsial, antara lain:
Argentina: 7.04 CLST – 7.59 ART
Botswana: 14.31 CAT – 15.57 SAST
Chili: 7.02 CLST – 8.03 CLST
Komoro: 16.08 EAT – 17.20 EAT
Malawi: 14.58 CAT – 16.09 CAT
Mauritius: 16.38 MUT – 18.27 MUT
Mozambik: 14.20 CAT – 16.17 CAT
Afrika Selatan: 13.21 SAST – 16.03 SAST
Zambia: 15.17 CAT – 15.59 CAT
Zimbabwe: 14.39 CAT – 16.05 CAT
Meski gerhana matahari cincin tidak terlihat dari Indonesia, warga Jakarta masih dapat menyaksikan gerhana bulan total yang dijadwalkan terjadi beberapa minggu kemudian, tepatnya pada 3 Maret 2026.
Fenomena ini menjadi momen menarik bagi pengamat astronomi maupun masyarakat umum untuk memahami pergerakan matahari, bulan, dan bumi.