Harga Emas Dunia Ambles usai Trump Umumkan Kesepakatan dengan Iran Berakhir

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 08 Jul 2026, 19:37 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga emas dunia turun lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu, 8 Juli 2026. Penurunan terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan damai sementara dengan Iran telah berakhir.

Biasanya, ketegangan geopolitik mendorong investor memburu emas sebagai aset safe haven. Namun kali ini pasar lebih fokus pada lonjakan harga minyak yang dinilai berpotensi memicu inflasi.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,4 persen menjadi 4.049,92 dollar AS per ons, level terendah sejak 2 Juli 2026. Sementara kontrak berjangka emas AS pengiriman Agustus melemah 2,3 persen menjadi 4.059,80 dollar AS per ons.

Di sisi lain, harga minyak melonjak lebih dari 6 persen setelah Trump menyatakan nota kesepahaman dengan Iran yang diteken pada Juni telah berakhir. Pernyataan itu memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak dunia.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan perhatian investor kini bergeser ke risiko inflasi. Menurutnya, potensi terganggunya pasokan minyak dalam beberapa pekan ke depan lebih memengaruhi pasar dibanding fungsi emas sebagai aset lindung nilai.

Tekanan terhadap emas juga datang dari meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada September naik menjadi 68 persen, dari sebelumnya 62 persen.

Kenaikan suku bunga membuat emas kehilangan daya tarik karena tidak memberikan imbal hasil. Tekanan juga terjadi pada logam mulia lain, harga perak turun 2,6 persen, platinum melemah 4,1 persen, dan paladium turun 4,9 persen.