Harga Masker di E Commerce Mulai Normal, Ini Perkembangannya

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 10 Sep 2026, 14:33 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga masker di sejumlah platform e commerce mulai menunjukkan penurunan setelah sebelumnya mengalami kenaikan. Kondisi tersebut terjadi setelah permintaan masker sempat melonjak akibat kekhawatiran masyarakat terhadap paparan abu vulkanik.

Kenaikan permintaan terjadi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau memicu penyebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah. Masker menjadi salah satu barang yang banyak dicari masyarakat untuk mengurangi paparan partikel di udara.

Lonjakan permintaan sebelumnya turut mendorong kenaikan harga masker di pasaran. Kondisi tersebut juga memunculkan kekhawatiran terjadinya panic buying di tengah masyarakat.

Kini, harga sejumlah masker yang dijual melalui e commerce mulai bergerak turun. Perubahan harga tersebut menunjukkan tekanan permintaan mulai mereda dibandingkan periode ketika masyarakat ramai memburu masker.

Penurunan harga juga terjadi seiring ketersediaan produk yang mulai kembali normal. Konsumen memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan masker tanpa harus menghadapi lonjakan harga seperti sebelumnya.

Kondisi harga masker menjadi perhatian karena kebutuhan terhadap produk tersebut meningkat dalam situasi kualitas udara yang terganggu. Masyarakat tetap membutuhkan perlindungan, terutama ketika aktivitas abu vulkanik masih menjadi perhatian.

Sebelumnya, Badan Perlindungan Konsumen Nasional menerima laporan mengenai kenaikan harga masker yang dikaitkan dengan panic buying. BPKN mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Ketua BPKN Muhammad Mufti Mubarok menyebut kondisi harga dan stok masker diperkirakan dapat kembali normal setelah kepanikan masyarakat mereda. Stok masker juga tersedia di sejumlah pusat penjualan, termasuk kawasan Pasar Pramuka.

Pergerakan harga di e commerce menjadi salah satu indikator perubahan permintaan masyarakat. Ketika pembelian mulai kembali normal, tekanan terhadap harga produk juga berpotensi berkurang.

Meski harga mulai turun, masyarakat tetap perlu membeli masker sesuai kebutuhan. Pembelian secara berlebihan justru dapat mendorong kelangkaan dan membuat harga kembali meningkat.