Harga Plastik Melonjak hingga 70%, Pedagang Surabaya Kelimpungan Stok Menipis

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 02 Apr 2026, 19:08 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga plastik di Surabaya melonjak tajam sejak pertengahan Maret 2026. Kenaikan berlangsung cepat hingga membuat pelaku usaha kesulitan mengikuti perubahan harga di pasar.

Para pedagang menyebut hampir semua jenis plastik mengalami kenaikan. Lonjakannya berkisar 30% hingga 70%, tergantung jenis dan bahan baku, dan sudah terasa di pasar tradisional hingga toko kecil.

Dalam beberapa hari terakhir, kenaikan dinilai semakin tidak terkendali. Harga bahkan bisa berubah lebih dari sekali dalam sehari mengikuti pergerakan pasar global.

Pedagang di Siwalankerto mengungkapkan harga plastik kini sangat fluktuatif. Dalam satu hari, kenaikan bisa terjadi hingga tiga kali dengan selisih ribuan rupiah per kilogram.

Kondisi ini memaksa pedagang terus memantau harga. Beberapa jenis plastik juga menggunakan sistem indeks yang langsung mengikuti harga bahan baku dunia.

Kenaikan dipicu keterbatasan bahan baku impor dan naiknya harga minyak. Konflik di Timur Tengah turut memperburuk distribusi energi dan pasokan global.

Dampaknya, harga produk jadi ikut naik. Kantong plastik yang sebelumnya Rp10.000 kini menjadi Rp15.000 per kemasan dalam waktu singkat.

Selain mahal, stok juga mulai langka. Sejumlah jenis plastik bahkan sulit ditemukan di pasaran.

Plastik bening seperti PP, HD, dan PE menjadi yang paling terdampak. Jenis ini lebih sensitif terhadap perubahan harga minyak global.

Di sisi konsumen, pembelian mulai dibatasi. Banyak pelanggan memilih membeli seperlunya untuk menghindari risiko kerugian.

Situasi ini menunjukkan tekanan pada rantai pasok plastik. Jika kondisi global belum stabil, harga berpotensi terus naik dalam waktu dekat.