JAKARTA, Cobisnis.com – Plastik bening kini mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan di pasar. Oleh karena itu, plastik bening menjadi perhatian karena berdampak pada kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Harga berbagai produk berbahan plastik terus mengalami lonjakan dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, sektor jasa seperti penatu juga mulai merasakan dampak dari kenaikan biaya tersebut.
Penyebab utama kondisi ini berasal dari konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. Namun, gangguan tersebut berdampak pada jalur distribusi energi global terutama di Selat Hormuz.
Gangguan distribusi ini memicu efek domino pada industri petrokimia dunia. Oleh karena itu, bahan baku plastik seperti polipropilena dan polietilen ikut mengalami kenaikan harga.
Menurut Independent Commodity Intelligence Services, distribusi bahan sangat bergantung pada jalur laut tersebut. Selain itu, sebagian besar ekspor bahan plastik melewati wilayah tersebut.
Direktur polietilen Harrison Jacoby menyebut ketergantungan ini sangat tinggi. Oleh karena itu, gangguan kecil saja dapat langsung memicu lonjakan harga global.
Dampak kenaikan plastik bening sudah dirasakan pedagang di berbagai daerah. Misalnya, pelaku usaha mengaku kesulitan karena harga berubah cepat dan modal meningkat.
Selain itu, kenaikan plastik bening juga berpotensi mendorong harga makanan dan minuman kemasan. Sementara itu, produsen mulai mencari bahan alternatif untuk menekan biaya produksi.