IEA Sebut Konsumsi Minyak Dunia Mulai Menurun di Tengah Krisis Timur Tengah

Oleh Desti Dwi Natasya pada 23 May 2026, 08:48 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional, Fatih Birol, menyatakan konsumsi minyak dunia mulai menurun di tengah krisis yang melanda kawasan Timur Tengah.

Menurut Birol, penurunan permintaan minyak global dapat semakin tajam apabila harga energi terus mengalami kenaikan akibat terganggunya jalur distribusi utama di kawasan Teluk Persia.

Ia memperingatkan situasi pasar energi global berpotensi semakin sulit jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali secara penuh. Birol menyebut musim liburan pada akhir Juni hingga awal Juli biasanya memicu lonjakan konsumsi minyak dunia, sementara pasokan dari Timur Tengah masih terganggu.

“Situasi ini bisa menjadi sulit dan kita mungkin akan memasuki Zona Merah,” ujarnya dalam acara yang digelar Chatham House.

Birol menjelaskan pasar minyak global saat ini kehilangan sekitar 14 juta barel minyak per hari. Angka tersebut disebut lebih besar dibanding gangguan pasokan saat krisis minyak era 1970-an yang mencapai sekitar 10 juta barel per hari.

Selain minyak, pasokan gas global juga disebut terdampak dengan kehilangan lebih dari 130 miliar meter kubik.

Menurutnya, negara-negara anggota IEA telah melepaskan cadangan minyak darurat dan melakukan pengurangan konsumsi untuk meredam dampak krisis. Namun langkah tersebut dinilai belum cukup untuk menstabilkan pasar.

Krisis energi ini dipicu eskalasi konflik di sekitar Iran yang menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Kondisi tersebut turut memicu kenaikan harga bahan bakar dan produk industri di berbagai negara.