JAKARTA, Cobisnis.com - Arus dana asing masih terus meninggalkan pasar saham Indonesia. Kondisi ini membuat tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum juga mereda hingga pertengahan Juli 2026.
Investor asing mencatat net foreign sell sebesar Rp89,95 triliun secara year to date. Pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026, aksi jual bersih kembali terjadi dengan nilai mencapai Rp284,90 miliar.
Derasnya arus keluar modal membuat IHSG melemah 31,49 persen sepanjang tahun berjalan. Meski mulai muncul sejumlah sentimen positif, tekanan di pasar saham domestik masih tergolong tinggi.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan IHSG secara teknikal sedang menguji area support Fibonacci Retracement 50 persen. Indikator Stochastic K D mulai menunjukkan sinyal positif, sementara RSI juga berpeluang membentuk pola golden cross.
Meski demikian, volume transaksi masih cenderung menurun. Nafan menilai peluang reli jangka pendek tetap terbuka, tetapi penguatan indeks diperkirakan belum berlangsung agresif karena pelaku pasar masih menunggu kepastian sentimen global dan arah dana asing.
Dari eksternal, penguatan indeks utama Wall Street menjadi sentimen positif bagi pasar. Sementara itu, rupiah yang sempat menguat ke Rp18.065 per dolar AS pada penutupan Jumat kembali melemah ke Rp18.124 per dolar AS pada awal perdagangan Senin.
Pelaku pasar juga terus mencermati ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta arah kebijakan suku bunga The Fed. Di tengah kondisi tersebut, Nafan menyarankan investor tetap berfokus pada saham berfundamental kuat, terutama sektor perbankan dan komoditas, serta menerapkan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi.