Indonesia Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia, Jadi Salah Satu Pasokan Terbesar

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 24 Apr 2026, 16:33 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Indonesia mendapatkan komitmen pasokan minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia untuk memenuhi kebutuhan energi nasional hingga akhir 2026.

Kesepakatan ini merupakan hasil pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kunjungan resmi beberapa waktu lalu.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa pasokan tersebut akan diimpor secara bertahap, bukan sekaligus dalam satu waktu.

Skema ini dipilih karena keterbatasan kapasitas penyimpanan minyak di dalam negeri yang belum memungkinkan untuk menampung volume besar secara langsung.

Dengan impor bertahap, pemerintah dapat mengatur distribusi dan pengolahan minyak secara lebih efisien sesuai kebutuhan domestik.

Pasokan 150 juta barel ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika global yang tidak stabil.

Kebutuhan energi yang terus meningkat membuat pemerintah harus mencari sumber pasokan tambahan yang stabil dan berkelanjutan.

Selain itu, kerja sama ini juga mencerminkan upaya diversifikasi sumber energi untuk mengurangi ketergantungan pada wilayah tertentu.

Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan regulasi terkait mekanisme impor minyak tersebut. Dua skema utama yang dipertimbangkan adalah melalui BUMN atau Badan Layanan Umum (BLU).

Kedua opsi tersebut masih dalam pembahasan antar kementerian dan lembaga, termasuk aspek pembiayaan dan jalur distribusi yang akan digunakan.

Penentuan skema yang tepat dinilai penting untuk memastikan efisiensi biaya serta kelancaran proses impor minyak dalam jangka panjang.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus menghadapi potensi gejolak harga global.

Dengan pasokan tambahan ini, pemerintah optimistis kebutuhan energi dalam negeri tetap terpenuhi tanpa gangguan signifikan.