Ingin Anak Cepat Tinggi? Dokter Ingatkan Jangan Berlebihan Beri Protein

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 23 Sep 2026, 11:47 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebagian orang tua menggandakan porsi protein hewani dalam makanan anak dengan harapan berat dan tinggi badan anak meningkat lebih cepat. Namun, asupan protein berlebihan tidak otomatis membuat anak tumbuh lebih tinggi.

Dokter spesialis anak subspesialis endokrinologi, Aman Bhakti Pulungan, mengingatkan orang tua agar tidak memberikan protein secara berlebihan. Menurutnya, kebutuhan anak tetap harus dipenuhi dalam jumlah yang cukup dan seimbang.

Dalam kasus yang pernah ditanganinya, Aman menemukan anak yang mengonsumsi protein hingga 400 sampai 500 gram per hari. Asupan sebanyak itu justru dapat membebani kerja ginjal anak.

"Saya tidak tahu dari mana ilmu yang menyebut kalau memberi banyak protein itu buat anak jadi tinggi. Yang benar adalah memberikan anak protein yang cukup, itu yang betul," kata Aman di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Ia menjelaskan tubuh tidak dirancang untuk terus menerus menyaring sisa makanan dari konsumsi protein dalam jumlah berlebihan. Anak juga membutuhkan karbohidrat, vitamin, mineral, lemak, dan berbagai nutrisi lain untuk mendukung pertumbuhan.

Kekurangan protein memang dapat berhubungan dengan kondisi malnutrisi. Namun, menambah protein secara berlebihan bukan berarti akan membuat anak tumbuh lebih tinggi.

Aman menyarankan orang tua memperhatikan keseimbangan makanan dalam satu piring. Sumber protein juga dapat divariasikan, tidak harus selalu berasal dari daging sapi, ayam, ikan, atau telur.

Protein nabati seperti tempe dan tahu juga dapat menjadi pilihan. Untuk protein hewani, orang tua tidak harus memilih bahan makanan mahal karena ikan seperti ikan kembung juga memiliki kandungan nutrisi yang baik.

Soal susu dan suplemen minyak ikan, Aman juga tidak menyebut keduanya sebagai jalan untuk membuat anak otomatis lebih tinggi. Susu segar mengandung kalsium dan dapat dikonsumsi, tetapi tidak menjadi keharusan setiap hari jika kebutuhan nutrisi anak sudah terpenuhi dari makanan.

Untuk anak di atas usia satu tahun, susu dapat diberikan sebagai tambahan. Aman juga menekankan pentingnya ASI pada dua tahun pertama kehidupan, sementara setelah usia satu tahun anak sudah dapat mengikuti makanan keluarga.

Pertumbuhan tinggi badan juga dipengaruhi berbagai faktor. Selain nutrisi, faktor hormonal dan genetik dapat berperan, termasuk kondisi seperti growth hormone deficiency, small for gestational age, dan hipotiroidisme.

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya melihat tinggi badan anak pada satu waktu. Pola pertumbuhan dari waktu ke waktu perlu diperhatikan dan jika terdapat kekhawatiran, pemeriksaan oleh dokter anak dapat membantu menentukan penyebab serta kebutuhan anak.