JAKARTA, Cobisnis.com – Intelijen Amerika Serikat menilai Presiden Rusia Vladimir Putin berpotensi menguji kekuatan NATO dalam beberapa tahun mendatang. Menurut tiga sumber yang mengetahui laporan tersebut, Rusia dapat melancarkan serangan terbatas terhadap salah satu negara anggota NATO.
Langkah itu bertujuan menguji kekompakan aliansi serta komitmen negara-negara anggota terhadap prinsip pertahanan bersama. Dalam laporan tersebut, intelijen AS mengidentifikasi sejumlah kemungkinan skenario eskalasi Rusia.
Skenario itu mencakup serangan siber hingga serbuan berskala kecil ke wilayah negara anggota NATO. Tujuannya, menurut sumber tersebut, dapat menguji komitmen NATO terhadap Pasal 5. Aturan itu menyebut serangan terhadap satu anggota sebagai serangan terhadap seluruh anggota.
Namun, Rusia dapat berusaha menjaga serangan tersebut agar tidak langsung memicu respons militer penuh dari NATO. Sementara itu, waktu dan bentuk tindakan yang mungkin diambil Putin masih belum jelas.
Salah satu sumber menilai kawasan Baltik atau Polandia menjadi lokasi yang paling mungkin menghadapi eskalasi. Kawasan Baltik mencakup Estonia, Latvia, dan Lithuania. Ketiga negara tersebut merupakan anggota NATO dan berbatasan langsung atau dekat dengan Rusia.
Di sisi lain, Polandia juga memiliki posisi strategis karena berbatasan dengan Rusia melalui wilayah Kaliningrad serta Belarus. Laporan tersebut menunjukkan kekhawatiran AS terhadap potensi Rusia menguji batas respons NATO.
Meski begitu, penilaian intelijen tersebut tidak menyatakan bahwa serangan pasti akan terjadi. The Wall Street Journal sebelumnya melaporkan adanya penilaian terbaru mengenai kemungkinan Putin menguji keteguhan NATO melalui serangan terbatas.