Iran Diduga Gunakan Teknologi Lama untuk Melacak Pergerakan Pasukan AS

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 16 Jul 2026, 15:12 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Iran diduga memanfaatkan celah keamanan pada jaringan seluler 2G dan 3G untuk melacak lokasi personel militer Amerika Serikat. Dugaan tersebut terungkap dalam laporan Financial Times yang mengutip riset Mobile Surveillance Monitor serta sejumlah pejabat yang mengetahui operasi itu.

Pelacakan diduga dilakukan dengan mengeksploitasi Signaling System 7 (SS7), protokol telekomunikasi yang digunakan operator seluler untuk menghubungkan layanan panggilan, SMS, dan roaming internasional. Meski merupakan teknologi lama, SS7 masih digunakan di banyak jaringan hingga saat ini.

Menurut laporan tersebut, Iran mampu mengidentifikasi lokasi ponsel personel militer AS di sejumlah pangkalan dan hotel di Irak, Bahrain, serta beberapa negara lain di Timur Tengah. Informasi lokasi itu diduga dimanfaatkan untuk mendukung penentuan target serangan.

Pelacakan disebut tidak memerlukan pemasangan malware pada perangkat sasaran. Dengan akses ke jaringan signaling, pelaku dapat meminta informasi lokasi ponsel seolah-olah berasal dari operator yang sah.

Selain memanfaatkan SS7, Iran juga disebut menggunakan teknologi periklanan digital atau ad tech. Data lokasi yang semula dikumpulkan untuk kebutuhan iklan diduga disalahgunakan untuk memantau pergerakan seseorang.

Kerentanan SS7 sebenarnya telah diketahui selama bertahun-tahun. Operator telekomunikasi dapat memasang firewall SS7 untuk menyaring permintaan mencurigakan, namun tingkat perlindungan setiap operator berbeda sehingga risiko penyalahgunaan masih tetap ada.

Kasus ini kembali menunjukkan bahwa infrastruktur telekomunikasi sipil dapat dimanfaatkan untuk kepentingan intelijen maupun militer. Hingga laporan ini diterbitkan, pemerintah Iran maupun Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan eksploitasi SS7 tersebut.