JAKARTA, Cobisnis.com – Iran menggelar masa berkabung nasional setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Jutaan warga memadati jalanan untuk memberikan penghormatan terakhir dalam prosesi pemakaman yang berlangsung di Teheran.
Prosesi pelepasan jenazah dihadiri masyarakat dari berbagai daerah yang datang sejak dini hari. Lautan pelayat memenuhi sejumlah ruas jalan sambil membawa bendera Iran, foto Khamenei, dan mengumandangkan doa.
Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang memimpin negara tersebut selama lebih dari tiga dekade. Upacara kenegaraan juga dihadiri para pejabat tinggi, tokoh agama, hingga perwakilan negara sahabat.
Suasana duka menyelimuti ibu kota ketika iring-iringan jenazah melintasi kawasan utama Teheran. Aparat keamanan dikerahkan untuk mengatur arus jutaan warga yang mengikuti prosesi hingga lokasi pemakaman.
Dalam pidato resminya, para pemimpin Iran menyebut Ayatollah Ali Khamenei sebagai tokoh yang berperan besar dalam perjalanan politik dan keagamaan negara. Mereka juga mengajak masyarakat menjaga persatuan di tengah masa transisi kepemimpinan.
Prosesi pemakaman berlangsung dengan pengamanan ketat mengingat besarnya jumlah pelayat yang hadir. Sejumlah kegiatan pemerintahan dan acara publik turut disesuaikan selama periode berkabung nasional berlangsung.
Kepergian Ayatollah Ali Khamenei juga menjadi perhatian dunia internasional dengan berbagai ucapan belasungkawa dari sejumlah negara dan organisasi. Banyak pihak menilai wafatnya Khamenei menjadi momen penting yang akan memengaruhi dinamika politik kawasan Timur Tengah.
Pemakaman yang dihadiri jutaan warga tersebut menjadi salah satu prosesi penghormatan terbesar dalam sejarah modern Iran. Masa berkabung nasional pun diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenang warisan kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei sekaligus menatap babak baru bagi negara tersebut.