IRGC Iran Dikabarkan Memburu 11 Ribu Tentara AS di Timur Tengah

Oleh Hidayat Taufik pada 16 Mar 2026, 19:53 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC menyerukan kepada masyarakat di sejumlah negara Arab untuk memberikan informasi mengenai keberadaan pasukan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah. Seruan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang juga meminta warga tidak menyediakan tempat tinggal atau fasilitas bagi tentara As

Dalam pernyataan yang dikutip dari kantor berita yang berbasis di Teheran, West Asia News Agency (WANA), IRGC menyebut sekitar 11 ribu personel militer AS saat ini berada di berbagai negara di kawasan tersebut. Sebagian dari mereka dilaporkan menempati hotel maupun penginapan pribadi.

IRGC juga meminta masyarakat setempat melaporkan setiap informasi terkait keberadaan tentara AS melalui platform Telegram. Selain itu, warga diimbau untuk menjauhi lokasi tempat tinggal pasukan tersebut karena dinilai berpotensi menjadi target serangan.

IRGC menuduh Amerika Serikat berupaya memanfaatkan warga sipil di negara-negara Arab sebagai “perisai manusia”. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak memberikan dukungan ataupun fasilitas bagi personel militer AS.

Di sisi lain, Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon mengonfirmasi adanya korban jiwa dari pihak militer AS dalam konflik yang melibatkan Iran. Enam tentara AS dilaporkan tewas setelah sebuah pesawat tanpa awak atau drone berhasil menembus sistem pertahanan udara dan menghantam pusat komando di Port Shuaiba, Kuwait, pada awal Maret.

Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command) sebelumnya melaporkan tiga tentara tewas dalam serangan tersebut. Namun jumlah korban kemudian meningkat setelah satu tentara meninggal akibat luka-luka dan dua jenazah lainnya ditemukan di reruntuhan bangunan.

Keenam korban yang telah diidentifikasi Pentagon diketahui merupakan anggota Army Reserve atau cadangan Angkatan Darat AS yang bertugas memberikan dukungan logistik bagi operasi militer Amerika Serikat. Menteri Angkatan Darat AS Daniel Driscoll menyatakan para prajurit tersebut gugur saat menjalankan tugas dan pengorbanan mereka tidak akan dilupakan.