JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan militer Israel diperintahkan bersiap menghadapi perang habis-habisan melawan Otoritas Palestina di wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Katz menyebut perintah tersebut diberikan bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai respons atas kemungkinan serangan besar terhadap pasukan atau permukiman Israel di Tepi Barat.
Ancaman itu disampaikan setelah seorang pemukim Israel berusia sekitar 20 tahun ditikam hingga terluka di Tepi Barat bagian utara pada Senin (07/09/2026). Pelaku yang merupakan warga Palestina kemudian ditembak mati oleh militer Israel.
"Jika aparat keamanan Otoritas Palestina dan badan-badan terkait mereka melancarkan, atau kami mengetahui secara pasti bahwa mereka hendak melancarkan serangan, seperti serangan 7 Oktober, terhadap pasukan dan permukiman Yahudi, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan saya telah menginstruksikan militer untuk bersiap melancarkan perang habis-habisan terhadap para pejabat senior dan mekanisme Otoritas (Palestina), badan-badan terkait mereka, dan terhadap seluruh infrastruktur di Yudea dan Samaria (sebutan Israel untuk Tepi Barat) -- demi mewujudkan kekalahan total mereka dengan cepat," ancam Katz, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (09/09/2026).
Dalam rencana yang disebut Katz, Israel dapat menargetkan pejabat senior Otoritas Palestina yang berada di Ramallah, aparat keamanan Palestina, serta infrastruktur perlawanan di seluruh Tepi Barat.
Operasi tersebut juga disebut berpotensi mencakup pembunuhan terarah dan pengusiran paksa warga dari sejumlah kota serta desa di wilayah tersebut.
Katz menyamakan kemungkinan tindakan itu dengan operasi militer Israel di Jalur Gaza dan Lebanon bagian selatan yang menyebabkan kerusakan luas serta pengungsian penduduk.
"Kami tidak akan membiarkan kembalinya realitas intifada berkepanjangan yang berlangsung selama bertahun-tahun, seperti yang terjadi di masa lalu," tegas Katz.
Meski demikian, Katz tidak memberikan bukti yang menunjukkan bahwa Otoritas Palestina atau aparat keamanannya tengah mempersiapkan serangan dengan skala serupa serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Hingga kini, belum ada tanggapan langsung dari Otoritas Palestina terkait ancaman perang yang disampaikan Menteri Pertahanan Israel tersebut.