Jamkrindo

Jakarta–Bandung Cuma 45 Menit, Tol Japek II Selatan Gratis Saat Mudik

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 23 Jan 2026, 20:25 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kabar baik datang bagi masyarakat yang merencanakan mudik Lebaran. Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan dipastikan dibuka secara fungsional dan digratiskan.

Dengan beroperasinya tol ini, waktu tempuh perjalanan dari Jakarta ke Bandung diperkirakan hanya sekitar 45 menit jika dilalui secara lancar.

Tol Japek II Selatan memiliki panjang total 62 kilometer, menghubungkan Tol Lingkar Luar Jakarta di Jati Asih, Bekasi, hingga Tol Purbaleunyi di Sadang, Purwakarta.

Kehadiran tol ini menjadi jalur alternatif penting untuk mengurai kepadatan di Tol Japek eksisting yang selama ini menjadi titik rawan macet saat mudik.

Proyek strategis nasional ini juga dirancang untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Barat, khususnya kawasan industri dan permukiman.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR, progres pembangunan Tol Japek II Selatan sudah memasuki tahap akhir.

Ruas Bojongmangu–Sadang mencatat progres konstruksi di atas 90 persen, sementara ruas lain masih dalam tahap percepatan pembebasan lahan dan penyelesaian pekerjaan.

Secara keseluruhan, tol ini dirancang memiliki tujuh gerbang tol, mulai dari GT Jati Asih hingga GT Sadang.

Total investasi pembangunan Tol Japek II Selatan mencapai Rp14,69 triliun dengan masa konsesi selama 35 tahun.

Tol ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh Jakarta–Bandung secara signifikan dengan kecepatan rata-rata sekitar 80 kilometer per jam.

Pada periode Lebaran sebelumnya, sebagian ruas tol sudah sempat difungsikan secara terbatas untuk mendukung arus mudik dan balik.

Memasuki Lebaran 2026, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memastikan ruas yang dibuka fungsional akan lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.

Ruas yang dioperasikan membentang dari GT Sadang di Purwakarta hingga GT Setu di Bekasi dengan total panjang 54,75 kilometer.

Pembukaan ruas ini membuat pengendara tidak lagi harus melintasi kawasan industri yang sebelumnya kerap padat.

Pihak Jasa Marga juga menilai tol ini akan berperan besar dalam mengurangi kepadatan di titik rawan seperti KM 66 Tol Japek eksisting.

Selain mendukung kelancaran mudik, kehadiran tol ini diharapkan menurunkan biaya logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.