Jamkrindo Dorong Penyandang Disabilitas Mandiri Secara Ekonomi

Oleh Rizki Meirino pada 26 Aug 2026, 19:40 WIB

Jamkrindo mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas Karawang melalui Harmoni Karya Inklusif, pelatihan, business matching, dan pameran karya.

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui program pemberdayaan bertajuk Harmoni Karya Inklusif di Taman Cimanuk Adiarsa, Kabupaten Karawang, pada 21–23 Agustus 2026.

Mengusung subtema “Inklusif Berkarya Tanpa Batas, Bersama Merajut Masa Depan”, program tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membangun kepercayaan diri, kemandirian, dan peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas.

Sekretaris Perusahaan Jamkrindo Akhmad Albaasithu mengatakan pemberdayaan penyandang disabilitas perlu dilakukan dengan memberikan kesempatan untuk berkembang, berkarya, dan memperoleh akses terhadap peluang ekonomi.

“Kami ingin memastikan setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang dan memberikan nilai. Melalui Harmoni Karya Inklusif, kami ingin mendorong penyandang disabilitas agar semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi, sekaligus membuka peluang agar karya mereka dapat memiliki nilai ekonomi,” ujar Akhmad dalam siaran pers, Senin (25/8/2026).

Program Harmoni Karya Inklusif mencakup pelatihan membatik, pelatihan menjahit, serta pameran dan lomba hasil karya penyandang disabilitas.

Pelatihan membatik diikuti 20 peserta penyandang disabilitas dengan materi pengembangan motif khas Karawang. Jamkrindo kemudian mempertemukan peserta pelatihan membatik dan menjahit melalui skema business matching.

Melalui kolaborasi tersebut, kain hasil batik dapat dikembangkan menjadi produk siap pakai, seperti pakaian, tas, aksesori, dan berbagai produk kreatif lainnya.

“Kami ingin membangun ekosistem yang memungkinkan keterampilan berkembang menjadi kegiatan produktif. Karena itu, kami mempertemukan peserta pelatihan membatik dan menjahit melalui business matching agar kain yang dihasilkan dapat dikembangkan menjadi produk siap pakai,” lanjut Akhmad.

Pendekatan tersebut diharapkan membentuk rantai nilai usaha yang melibatkan penyandang disabilitas mulai dari produksi hingga pengembangan produk.

“Kami ingin agar program pemberdayaan tidak berhenti ketika pelatihan selesai. Ada proses lanjutan berupa kolaborasi, pengembangan produk, dan pengenalan karya kepada pasar. Dengan begitu, peserta memiliki peluang untuk terus berkarya dan semakin mandiri secara ekonomi,” ungkapnya.

Sebagai puncak kegiatan, Jamkrindo menggelar pameran dan lomba karya disabilitas yang meliputi fashion show, display hasil karya, penjurian, penampilan seni, serta pemberian penghargaan kepada peserta.

Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus sarana memperkenalkan karya penyandang disabilitas kepada masyarakat, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan calon mitra pemasaran.

“Melalui pameran dan apresiasi ini, kami berharap semakin banyak pihak melihat bahwa karya penyandang disabilitas memiliki kualitas dan potensi untuk dikembangkan. Inklusivitas akan menjadi semakin bermakna ketika masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas dapat bersama-sama membuka akses dan menciptakan kesempatan,” kata Akhmad.

Melalui Harmoni Karya Inklusif, Jamkrindo menegaskan upaya pemberdayaan penyandang disabilitas tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga mendorong terbentuknya peluang usaha dan akses pasar agar peserta dapat berkembang secara berkelanjutan.