JAKARTA, Cobisnis.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 telah menembus 2.067.560 lembar atau setara 46 persen dari total kapasitas kursi yang disiapkan.
Dari jumlah tersebut, tiket kereta api jarak jauh mendominasi dengan penjualan 2.020.471 lembar dari total 3.571.760 kursi yang tersedia. Tingkat okupansi layanan ini telah mencapai 56,6 persen. Sementara itu, tiket kereta lokal baru terjual 47.089 lembar dari kapasitas 926.936 kursi, atau sekitar lima persen karena penjualannya biasanya meningkat mendekati hari keberangkatan.
Untuk layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI mencatat 16.855 pelanggan dengan tingkat keterisian 62 persen. Tiket program ini mulai dijual pada 25 Februari 2026 sebagai alternatif perjalanan yang lebih terjangkau selama masa mudik.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa tingginya minat terhadap Kereta Ekonomi Kerakyatan menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap pilihan transportasi yang ekonomis saat periode Lebaran.
Adapun untuk keberangkatan 1 April 2026, tiket yang terjual baru mencapai 21.174 lembar atau sekitar 13,1 persen dari kapasitas harian. Sementara pada 31 Maret 2026, tingkat keterisian masih di angka 20,4 persen dengan 32.841 tiket terjual dari total 161.100 kursi.
Penjualan untuk 11 Maret 2026 juga terpantau masih rendah, yakni 38.384 tiket atau 24,1 persen dari 159.404 kursi yang tersedia.
KAI memprediksi lonjakan penjualan akan terjadi secara bertahap dan mencapai puncaknya sekitar tiga hari menjelang Hari Raya. Perusahaan memastikan kesiapan operasional terus dimatangkan guna menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan selama Angkutan Lebaran 2026.