Jelang Pemilu Israel, Sepupu Netanyahu Blak-blakan Tolak Pilih Partai Likud

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 27 Oct 2026, 16:34 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Nathan Netanyahu, sepupu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, secara terbuka menyatakan tidak akan memilih Partai Likud dalam pemilu Israel pada 27 Oktober 2026. Ia juga mengumumkan pengunduran dirinya dari partai yang telah lama menjadi tempatnya bernaung.

Nathan merupakan anggota lama Likud sekaligus profesor di Universitas Bar-Ilan. Keputusannya menjadi perhatian karena ia memilih mengambil jarak dari partai yang dipimpin sepupunya sendiri.

Dalam pernyataannya, Nathan menilai Likud telah meninggalkan nilai-nilai awal partai. Ia juga menuding kepemimpinan partai telah memperdalam perpecahan di tengah masyarakat Israel.

Nathan menyampaikan sejumlah kritik terhadap pemerintahan Benjamin Netanyahu. Salah satunya berkaitan dengan upaya perubahan sistem peradilan yang menurutnya melemahkan lembaga demokrasi dan mekanisme pengawasan kekuasaan.

Ia juga menyinggung kegagalan keamanan dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Peristiwa tersebut menjadi salah satu persoalan utama yang membayangi pemerintahan Netanyahu menjelang pemilu kali ini.

Selain masalah keamanan, Nathan menilai pemerintah belum memberikan dukungan memadai kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan. Ia turut mengkritik kebijakan pengecualian wajib militer bagi sebagian kelompok Yahudi ultra-Ortodoks ketika pasukan cadangan terus menjalankan tugas militer.

Persoalan lain yang disampaikan Nathan adalah penolakan pemerintah membentuk komisi penyelidikan negara untuk mengusut kegagalan dalam serangan 7 Oktober. Menurutnya, pemerintah harus bersedia mempertanggungjawabkan kebijakannya kepada masyarakat.

Nathan juga menilai intervensi pemerintah terhadap sistem peradilan dan lembaga pengawas telah merusak kepercayaan publik. Ia menganggap persoalan tersebut memperlebar perpecahan politik dan sosial di Israel.

Keputusan Nathan muncul ketika pemilih Israel menentukan arah kepemimpinan negara dalam pemilu 27 Oktober 2026. Benjamin Netanyahu berupaya mempertahankan kekuasaan di tengah kritik mengenai keamanan, sistem demokrasi, dan penanganan konflik yang berlangsung sejak serangan 7 Oktober.

Nathan menegaskan tidak akan memilih Likud di bawah kepemimpinan saat ini. Ia menyatakan kemungkinan kembali menjadi anggota partai tersebut terbuka apabila Likud nantinya memiliki kepemimpinan yang dinilainya mampu mengatasi berbagai persoalan tersebut.