Macron Peringatkan Unjuk Rasa Prancis Berisiko Tinggi

Oleh Desti Dwi Natasya pada 27 Oct 2026, 15:51 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa Sabtu, 31 Oktober 2026, masih menjadi hari berisiko tinggi di tengah rencana unjuk rasa dan seruan mobilisasi nasional oleh serikat pekerja.

“Kita tahu Sabtu mendatang masih menjadi hari berisiko tinggi,” kata Macron kepada wartawan, seraya menyebut 5 November sebagai jadwal mobilisasi nasional yang melibatkan seluruh serikat pekerja.

Macron menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengatur pengamanan untuk melindungi masyarakat, properti, dan pusat-pusat kota, sembari berupaya meredakan ketegangan sosial.

Ia juga meminta pemerintah menanggapi tuntutan yang dinilai sah sebagai akar gerakan sosial tersebut, termasuk melalui pertemuan Perdana Menteri Sebastien Lecornu dengan perwakilan komunitas sekolah menengah.

Macron mengatakan pemerintah akan melakukan pendekatan serupa dengan serikat pekerja dan organisasi pengusaha agar situasi berangsur normal melalui dialog dan sikap saling menghormati.

Terkait aksi protes pada 17 Oktober, Macron mengakui jumlah personel keamanan yang dikerahkan tidak memadai karena pihak berwenang tidak memperkirakan besarnya mobilisasi kelompok sayap kiri radikal sejak pagi serta keterlibatan sejumlah elemen kriminal.

Meski demikian, Macron menyatakan pemerintah tetap menjaga ketertiban umum dan tatanan Republik tanpa menetapkan status darurat, sekaligus menepis kritik terhadap pendekatan keamanan yang diterapkan.

Ia turut menyoroti peran media sosial dalam mobilisasi massa dan penyebaran konten kekerasan yang dinilai dapat memicu polarisasi serta mengganggu proses demokrasi.

Menurut Macron, media sosial digunakan untuk mengajak masyarakat dari berbagai kelompok usia mendatangi lokasi yang kemudian menjadi tempat terjadinya tindak kriminal, serangan, dan penjarahan, sementara tayangan kekerasan di platform digital dapat membuat tindakan tersebut tampak tidak nyata.