Kabar Baik Pagi Ini! Rupiah Menguat ke Rp18.115 per Dolar AS

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 04 Nov 2026, 10:04 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp18.115 per dolar AS pada perdagangan Rabu (4/11/2026) pagi. Mata uang Garuda naik 45 poin atau 0,25% dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Penguatan rupiah terjadi ketika pergerakan mata uang Asia menunjukkan hasil beragam terhadap dolar AS. Yuan China melemah 0,11%, sedangkan peso Filipina turun 0,01%.

Sejumlah mata uang Asia lainnya bergerak menguat. Ringgit Malaysia naik 0,04%, dolar Singapura menguat 0,15%, yen Jepang terapresiasi 0,66%, won Korea Selatan naik 0,53%, dan dolar Hong Kong menguat 0,02%.

Penguatan juga terjadi pada mata uang utama negara maju. Euro naik 0,40%, poundsterling menguat 0,38%, dolar Australia naik 0,09%, dolar Kanada terapresiasi 0,47%, dan franc Swiss menguat 0,66%.

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah berpeluang melanjutkan penguatan terhadap dolar AS. Salah satu faktor pendukungnya adalah penurunan harga minyak mentah dunia dan pelemahan indeks dolar AS.

Lukman mengatakan harga minyak mentah turun seiring harapan tercapainya perdamaian di Timur Tengah. Sementara itu, indeks dolar AS melemah karena pasar mengantisipasi hasil pemilu paruh waktu di Amerika Serikat.

Meski demikian, penguatan rupiah diperkirakan tidak berlangsung terlalu besar. Lukman menilai sentimen negatif di pasar saham domestik masih berpotensi membatasi pergerakan mata uang Garuda.

Untuk perdagangan Rabu (4/11/2026), Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp18.050 hingga Rp18.200 per dolar AS. Rentang tersebut menunjukkan peluang penguatan sekaligus risiko pelemahan masih terbuka sepanjang perdagangan.

Pergerakan rupiah pada hari ini turut dipengaruhi dinamika pasar global dan kondisi pasar keuangan domestik. Penurunan harga minyak serta pelemahan dolar AS menjadi faktor pendukung, tetapi sentimen pasar saham masih perlu dicermati.