Kasus Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 566 Orang, Kepala SPPG Buka Suara

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 02 Sep 2026, 16:55 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Sidoarjo, Jawa Timur, terus bertambah. Data terbaru mencatat 566 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, mengalami keracunan.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Ia juga mengaku menyesal setelah ratusan santri mengalami keluhan kesehatan.

"Mohon maaf ya, saya menyesal," kata Rafli kepada awak media, Rabu, 2 September 2026.

Rafli mengatakan proses pengolahan makanan MBG dilakukan seperti biasanya. Proses memasak disebut dimulai sekitar pukul 00.00 WIB, sementara makanan dikirim kepada penerima sekitar pukul 11.00 WIB.

"Seperti biasa, ya jam 00.00 WIB mulai ngolah," ujar Rafli.

Selain santri di pondok pesantren, laporan keluhan juga datang dari luar lingkungan pesantren. Sebanyak lima siswa dari SDN Kalitengah 1 dan SDN Kalitengah 2 dilaporkan mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan keracunan.

Rafli mengatakan laporan mengenai lima siswa tersebut diterima pihak SPPG pada Selasa malam, 1 September 2026. Laporan itu masuk setelah kasus yang terjadi di lingkungan pondok pesantren lebih dulu diketahui.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan jumlah korban terbaru mencapai 566 orang. Angka tersebut merupakan 531 korban yang sebelumnya tercatat, ditambah 35 orang yang dievakuasi ke rumah sakit pada Rabu.

"Kurang lebih ada 35, di RSUD kemungkinan di RS Delta Surya juga ada," kata Lakhsmie kepada awak media.

Penambahan jumlah korban membuat kasus dugaan keracunan MBG di Sidoarjo menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah bersama pihak terkait perlu memastikan kondisi para korban serta menelusuri penyebab kejadian tersebut.

Kasus ini juga kembali menyoroti pentingnya proses pengolahan dan distribusi makanan dalam program MBG. Pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi para penerima menjadi bagian penting untuk mengetahui sumber masalah secara lebih jelas.