Kasus Narkoba di Blitar, Anggota Polisi Ikut Terjaring Saat Pengembangan Pengedar Sabu

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 17 Jul 2026, 23:09 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Seorang anggota Polres Blitar berinisial Aipda N diamankan saat penggerebekan sebuah bengkel di Desa Pohgajih, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Penggerebekan dilakukan oleh personel Satuan Reserse Narkoba Polres Blitar Kota pada Selasa, 14 Juli 2026.

Operasi tersebut awalnya menyasar KT, pemilik bengkel yang diduga menjadi pengedar narkoba jenis sabu. Saat petugas melakukan penyergapan, Aipda N diketahui berada di dalam salah satu ruangan bengkel.

Kasat Resnarkoba Polres Blitar Kota, Iptu Bambang Dwi Wahyono, mengatakan Aipda N keluar dari kamar ketika petugas memasuki lokasi. Petugas kemudian langsung mengamankannya bersama orang orang yang berada di tempat kejadian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap KT, Aipda N diduga baru saja mengonsumsi sabu sebelum penggerebekan berlangsung. Dugaan tersebut masih menjadi bagian dari proses pemeriksaan.

Selain Aipda N, polisi juga membawa KT dan seorang pekerja bengkel ke Mapolres Blitar Kota untuk dimintai keterangan. Ketiganya diperiksa sesuai peran masing masing dalam kasus tersebut.

Setelah pemeriksaan awal selesai, Aipda N diserahkan kepada atasan yang berwenang menghukum serta Provost Polres Blitar. Penanganan terhadap anggota kepolisian itu dilakukan oleh Polres Blitar karena berasal dari institusi yang berbeda.

Sementara itu, Polres Blitar Kota melanjutkan proses hukum terhadap KT sebagai tersangka utama. Polisi menegaskan penggerebekan tersebut bukan operasi yang secara khusus menargetkan anggota kepolisian.

Kasus ini bermula dari pengembangan penyelidikan terhadap tersangka lain berinisial KK. Dari hasil pemeriksaan, KK mengaku memperoleh sabu dari KT sehingga polisi melakukan penyergapan di bengkel milik terduga pengedar tersebut.

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti berupa 14,8 gram sabu serta sejumlah alat hisap. Barang bukti tersebut kini menjadi bagian dari proses penyidikan yang masih terus berjalan.