Kebakaran Pub di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Puluhan Korban Kritis

Oleh Desti Dwi Natasya pada 13 Jul 2026, 10:35 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Sedikitnya 27 orang tewas setelah kebakaran hebat melanda sebuah pub di Distrik Chatuchak, Bangkok, Thailand, pada Minggu (12/7) malam waktu setempat. Selain korban meninggal, sedikitnya 63 orang dilarikan ke rumah sakit, dengan 22 di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi kritis.  

Kebakaran terjadi sekitar pukul 23.57 waktu setempat di Na Ladprao Pub, salah satu tempat hiburan yang cukup ramai dikunjungi. Api dan asap pekat dengan cepat memenuhi ruangan sehingga banyak pengunjung kesulitan menyelamatkan diri.  

Berdasarkan kesaksian salah seorang personel band yang sedang tampil, asap pertama kali terlihat keluar dari panel listrik di dekat panggung. Tak lama kemudian listrik padam, disusul ledakan yang memicu kepanikan di dalam pub.  

Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api dalam waktu sekitar 30 menit. Namun, sebagian besar korban ditemukan di area toilet belakang pub yang diduga menjadi tempat mereka berlindung dari kobaran api dan asap tebal.  

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan penyelidikan menyeluruh akan dilakukan. Otoritas juga akan memeriksa apakah bangunan tersebut telah memenuhi seluruh standar keselamatan kebakaran.  

Tim forensik masih melakukan proses identifikasi terhadap sejumlah korban karena banyak di antaranya tidak membawa dokumen identitas. Pemerintah juga membuka pusat informasi untuk membantu keluarga mencari kerabat yang menjadi korban insiden tersebut.  

Tragedi ini kembali menyoroti persoalan keselamatan di tempat hiburan malam di Thailand. Dalam dua dekade terakhir, negara tersebut beberapa kali mengalami kebakaran besar di klub malam yang menelan puluhan korban jiwa.  

Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Sementara itu, para korban luka masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Bangkok, dengan beberapa di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi yang mengancam jiwa.