Kecelakaan Maut di Pakistan, Bus Masuk Jurang Tewaskan 40 Penumpang

Oleh Desti Dwi Natasya pada 04 Jul 2026, 07:01 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Bus jatuh ke jurang di Pakistan menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai delapan lainnya dalam kecelakaan maut yang terjadi di Provinsi Balochistan. Bus penumpang tersebut dilaporkan kehilangan kendali sebelum terperosok ke jurang di wilayah pegunungan Dana Sar.  

Kendaraan itu sedang melakukan perjalanan dari Quetta menuju Islamabad dengan membawa total 48 penumpang. Petugas penyelamat menyatakan seluruh korban tewas maupun luka telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.  

Menurut keterangan otoritas setempat, bus tersebut juga mengangkut sejumlah penumpang tambahan dari kendaraan lain yang sebelumnya mengalami kerusakan. Kondisi itu membuat bus diduga melebihi kapasitas saat kecelakaan terjadi.  

Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena lokasi kecelakaan berada di kawasan jurang berbatu dengan medan yang terjal. Tim penyelamat bersama aparat keamanan harus menuruni lereng untuk mengevakuasi korban dan bangkai bus.  

Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Seorang korban selamat mengaku sempat terjadi adu mulut antara sopir dan salah satu penumpang sesaat sebelum bus kehilangan kendali, meski informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.  

Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas tragedi tersebut. Pemerintah daerah Balochistan juga memastikan investigasi akan dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan secara menyeluruh.  

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus masih kerap terjadi di Pakistan, terutama di wilayah pegunungan dengan kondisi jalan yang berbahaya. Buruknya infrastruktur jalan, lemahnya penegakan aturan lalu lintas, dan praktik berkendara yang tidak aman disebut menjadi faktor utama tingginya angka kecelakaan.  

Insiden bus jatuh ke jurang di Pakistan ini menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling mematikan di negara tersebut sepanjang 2026. Otoritas diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap keselamatan transportasi umum untuk mencegah tragedi serupa terulang.