JAKARTA, Cobisnis.com - Dokter bedah saraf Rian Keswani membagikan pandangannya tentang cara kerja otak dalam membangun kebiasaan, menghadapi ketidaknyamanan, hingga menjaga kemampuan konsentrasi. Hal itu disampaikan dalam podcast Suara Berkelas bertema "Neurosurgeon: 59 Menit Berharga Untuk Lebih Kenal OTAKMU SENDIRI!".
Menurut Rian, manusia kerap merasa frustrasi ketika mulai mempelajari sesuatu yang baru. Namun, rasa frustrasi tersebut justru dapat menjadi bagian dari proses belajar karena otak sedang bekerja untuk menguasai keterampilan baru.
"Otak itu sangat suka tantangan karena dia kalau tanpa tantangan dia akan semakin mengecil. Untuk dia bisa drive, dia perlu tantangan tapi dia enggak suka tantangan yang terlalu besar," kata Rian dalam podcast tersebut, dikutip dari kanal YouTube SUARA BERKELAS, Senin (14/9/2026).
Karena itu, Rian menyarankan perubahan dilakukan secara perlahan. Seseorang yang ingin membangun kebiasaan olahraga, misalnya, tidak perlu langsung memasang target berat, tetapi dapat memulainya dengan berjalan kaki sebelum meningkatkan intensitas secara bertahap.
Ia juga menjelaskan konsep neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk belajar dan beradaptasi. Menurutnya, otak akan belajar dari hal yang terus diberikan kepadanya, baik kebiasaan yang positif maupun yang kurang baik.
Rian menyoroti kebiasaan mengonsumsi konten singkat di media sosial. Menurut dia, kebiasaan tersebut dapat melatih otak terbiasa menerima informasi dalam durasi pendek, sementara kebiasaan menikmati konten berdurasi panjang dapat membantu melatih konsentrasi.
Selain kebiasaan, Rian menilai pencatatan progres dapat membantu seseorang mempertahankan rutinitas. Melihat perkembangan kecil yang berhasil dicapai dapat memberikan rasa pencapaian dan mendorong seseorang untuk terus melanjutkan kebiasaan tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya tidur bagi kesehatan otak. Saat tidur, otak melakukan berbagai proses, termasuk menyusun informasi agar lebih mudah diakses serta mengeluarkan sisa metabolisme.
Menurut Rian, menjaga kesehatan sejak usia muda juga dapat menjadi bentuk investasi bagi tubuh di masa depan. Ia menyebut massa otot sebagai salah satu hal yang penting untuk dibangun karena kemampuan mempertahankan otot akan semakin menantang seiring bertambahnya usia.
Rian juga mengingatkan bahwa manusia tidak seharusnya hanya memiliki satu identitas berdasarkan pekerjaan. Menurutnya, aktivitas di luar pekerjaan dapat menjadi ruang untuk beristirahat secara mental dan menjaga keseimbangan diri.
Pada akhirnya, ia menilai perubahan tetap membutuhkan usaha dari diri sendiri. Kebiasaan baru tidak selalu terasa nyaman pada awalnya, tetapi proses tersebut perlu dijalani secara bertahap sambil memberikan waktu bagi otak untuk beradaptasi.