Kenapa Ada Kembar yang Tak Mirip?

Oleh Desti Dwi Natasya pada 14 Sep 2026, 10:41 WIB

Bayi kembar terbagi menjadi kembar identik dan tidak identik. Kenali perbedaan proses pembentukan serta faktor yang memengaruhi kehamilan kembar.

JAKARTA, Cobisnis.com - Bayi kembar sering membuat penasaran karena ada yang memiliki wajah sangat mirip, tetapi ada pula yang terlihat berbeda meski lahir dari kehamilan yang sama.

Dikutip dari kanal YouTube Ini Kata Dokter, Senin (14/9/2026), bayi kembar terbagi menjadi dua jenis, yakni kembar identik dan kembar tidak identik.

Pada kehamilan umumnya, satu sel telur bertemu dengan satu sperma melalui proses pembuahan hingga menghasilkan zigot yang kemudian berkembang menjadi janin.

Kembar identik terjadi ketika satu sel telur yang telah dibuahi sperma membelah menjadi dua embrio.

Karena berasal dari satu bahan dasar genetik yang sama, kembar identik biasanya memiliki jenis kelamin dan golongan darah yang sama serta wajah yang sangat mirip.

Meski begitu, alasan pasti mengapa sel telur yang telah dibuahi dapat membelah menjadi dua embrio hingga kini belum diketahui.

Proses tersebut dianggap terjadi secara spontan atau acak sehingga setiap ibu memiliki peluang untuk melahirkan bayi kembar identik.

Sementara itu, kembar tidak identik terjadi ketika dua sel telur dilepaskan dalam satu siklus dan masing-masing dibuahi oleh sperma yang berbeda.

Kembar tidak identik dapat memiliki wajah yang mirip maupun berbeda dan jenis kelaminnya juga bisa berbeda, misalnya laki-laki dan perempuan.

Tidak semua perempuan memiliki peluang yang sama untuk mengalami kehamilan kembar tidak identik karena kondisi tersebut berkaitan dengan kemampuan melepaskan lebih dari satu sel telur dalam satu siklus.

Faktor genetik yang diturunkan melalui garis keturunan ibu menjadi salah satu faktor utama yang dapat meningkatkan peluang terjadinya kembar tidak identik.

Selain faktor genetik, usia ibu juga dapat berpengaruh karena perempuan berusia di atas 35 tahun disebut lebih sering melepaskan lebih dari satu sel telur dalam satu siklus.

Faktor ras dan etnis juga disebut dapat memengaruhi peluang kehamilan kembar, dengan perempuan keturunan Afrika memiliki kemungkinan lebih tinggi melahirkan bayi kembar dibandingkan perempuan Asia.

Pola makan juga disebut memiliki kaitan dengan peluang memiliki bayi kembar, termasuk konsumsi produk susu dan makanan tinggi protein hewani.

Teknologi medis seperti program bayi tabung atau IVF juga dapat meningkatkan peluang kehamilan kembar karena dalam prosedur tertentu lebih dari satu embrio dapat ditanamkan ke rahim.

Dengan demikian, perbedaan kembar identik dan tidak identik terutama berkaitan dengan proses terbentuknya embrio serta faktor yang memengaruhi pelepasan sel telur.