JAKARTA, Cobisnis.com - Media tanam sangat penting untuk keberhasilan dalam menanam tanaman dalam wadah ataupun pot.
Namun, saat menanam bibit atau bunga baru, biasanya kita mengambil media tanam yang sudah lama tersimpan di rumah sejak beli di toko tanaman. Sebenarnya, itu merupakan keputusan terbaik. Karena meskipun media tanam tidak kedaluwarsa, faktor-faktor seperti penyimpanan yang salah dapat menurunkan kualitas unsur-unsur penting dalam media tanam tersebut.
Anna-lize Pretorius, manajer produksi benih di The Diggers Club, mengatakan bahwa tanaman bergantung pada produk tersebut untuk menyediakan semua yang akan mereka dapatkan di tanah, jadi media tanam tersebut harus dalam kondisi baik.
"Campuran media tanam mengandung bahan organik seperti kulit kayu yang dikomposkan, alternatif gambut, kompos, dan pupuk, yang akan berubah perlahan seiring waktu. Meskipun campuran tersebut tidak tiba-tiba 'kadaluarsa', beberapa nutrisi dan aktivitas biologis dapat menurun semakin lama dibiarkan," ungkap Pretorius dilansir dari Nine, Minggu (13/9/2026).
Lebih lanjut, Pretprius menjelaskan perubahan utama yang terjadi adalah nutrisi berkurang karena komponen organik terurai, struktur dapat menurun, menyebabkan campuran menjadi padat dan kurang mampu menahan udara di sekitar akar tanaman, mikroorganisme bermanfaat dapat berkurang jika campuran telah disimpan dalam waktu lama atau terpapar panas.
"Jika menjadi basah dan tetap tertutup rapat, dapat mengembangkan kondisi anaerobik yang tidak menyenangkan, yang dapat menyebabkan bau asam," ujarnya.
Penyimpanan media tanam yang benar adalah faktor terpenting untuk menjaga kondisinya tetap baik. Ini berarti menjaga kantong tetap tertutup rapat, diangkat dari tanah, di tempat yang sejuk dan teduh, serta terhindar dari sinar matahari langsung, hujan, dan suhu ekstrem.
Kemasan yang belum dibuka cenderung mempertahankan kualitasnya lebih baik daripada kemasan yang sudah dibuka dan dapat bertahan lama jika disimpan dengan benar. Sementara itu, kemasan yang sudah dibuka perlu digunakan dalam waktu enam hingga 12 bulan, tetapi kualitasnya harus diperiksa terlebih dahulu.
"Campuran tersebut harus beraroma tanah dan segar, bukan asam atau apak, dan tetap memiliki struktur yang baik sehingga memungkinkan udara dan air untuk melewatinya," ucap Pretorius.
Pretorius berkata, jika kondisi media tanam yang sudah dibuka kualitasnya menjadi buruk setelah disimpan di rumah, kamu dapat memperbaikinya dengan menambahkan sedikit bahan seperti kompos, pupuk cacing, pupuk, dan bahkan media tanam baru, tetapi lebih baik untuk membeli yang baru.
"Kompos saja tidak akan mengembalikan keseimbangan penuh dari media tanam yang telah rusak. Media tanam diformulasikan secara khusus untuk memberikan keseimbangan yang tepat antara drainase, kapasitas menahan air, dan nutrisi, jadi jika media tanam telah memadat, berbau tidak sedap, atau telah rusak secara signifikan, sebaiknya diganti dengan media tanam baru,” saran Pretorius.
Pretorius menyarankan, media tanam yang telah digunakan dalam pot atau wadah tanaman juga perlu diganti dari waktu ke waktu, karena nutrisi akan habis digunakan oleh tanaman dalam waktu tiga hingga enam bulan.
"Tanaman dalam pot menggunakan nutrisi jauh lebih cepat daripada tanaman yang tumbuh di tanah karena akarnya terbatas pada volume media tanam yang kecil. Penyiraman secara teratur juga melarutkan nutrisi dari pot seiring waktu," tutur Pretorius.