Jamkrindo

Kepercayaan Konsumen AS Anjlok ke Titik Terendah Sejak 2014

Oleh Zahra Zahwa pada 28 Jan 2026, 15:22 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Sentimen ekonomi masyarakat Amerika Serikat mengalami kemerosotan tajam pada Januari, dengan tingkat kepercayaan konsumen jatuh ke level terendah dalam lebih dari satu dekade, seiring kekhawatiran terhadap tensi geopolitik, mahalnya biaya hidup, serta perang dagang agresif yang terus digencarkan Presiden Donald Trump.

Indeks Consumer Confidence yang dirilis The Conference Board pada Selasa menunjukkan penurunan 9,7 poin menjadi 84,5, level terendah sejak 2014. Angka ini bahkan melampaui titik terendah pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020 serta periode ketika tarif tinggi Trump memukul perekonomian tahun lalu. Capaian tersebut juga jauh di bawah ekspektasi ekonom yang memperkirakan indeks berada di level 91,1, berdasarkan survei FactSet.

Baik indeks kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi konsumen terhadap perekonomian ke depan sama-sama mengalami penurunan signifikan.

“Seluruh lima komponen indeks memburuk dan mendorong kepercayaan konsumen ke titik terendah sejak Mei 2014,” ujar Dana Peterson, Kepala Ekonom The Conference Board.

Ia menambahkan bahwa keluhan terkait harga, inflasi, energi, dan bahan pangan masih sangat dominan.

Selain itu, isu tarif dan perdagangan, politik, pasar tenaga kerja, serta kekhawatiran terkait asuransi kesehatan dan konflik global semakin sering muncul dalam respons survei. Dalam sebulan terakhir, pemerintahan Trump tercatat melakukan berbagai langkah kontroversial, mulai dari menangkap mantan pemimpin Venezuela, mengancam tarif besar terhadap Kanada dan Uni Eropa, menyatakan minat membeli Greenland, hingga terus memberi tekanan pada Federal Reserve.

Di sisi lain, konsumen AS masih terbebani oleh biaya hidup yang tinggi, pertumbuhan perekrutan tenaga kerja yang lemah, serta lonjakan premi asuransi kesehatan bagi peserta Affordable Care Act.

“Warga Amerika frustrasi dengan harga kebutuhan pokok dan listrik yang terus naik, serta takut terhadap perlambatan perekrutan tenaga kerja,” kata Heather Long, Kepala Ekonom Navy Federal Credit Union.
Ia menilai ekonomi AS kini semakin berbentuk K-shaped economy, di mana 20% kelompok atas diuntungkan, sementara kelas menengah kesulitan bertahan.

Dampak Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Awal 2026

Meski sentimen memburuk, pengalaman sebelumnya menunjukkan pesimisme konsumen belum tentu langsung menekan belanja. Pada 2022 dan 2025, pengeluaran rumah tangga tetap bertahan meski kepercayaan anjlok. Namun, analis memperingatkan risiko pelemahan ekonomi mulai nyata.

“Penurunan tajam ini menjadi sinyal peringatan aktivitas ekonomi yang lebih lemah pada kuartal pertama 2026,” ujar Ben Ayers, Ekonom Senior Nationwide.

Meski demikian, ia menilai pengembalian pajak yang lebih besar dan stimulus fiskal tambahan dapat membantu menopang konsumsi. Departemen Keuangan AS memperkirakan rata-rata pengembalian pajak meningkat US$1.000 per rumah tangga tahun ini. Sementara itu, pasar tenaga kerja tetap menjadi sumber kekhawatiran utama. Survei menunjukkan lebih dari 55% responden menilai sulit mendapatkan pekerjaan angka tertinggi sejak pandemi.

Ekonom LPL Financial Jeffrey Roach memprediksi tingkat pengangguran dapat mendekati 4,6% pada kuartal kedua, yang berpotensi menekan penjualan ritel dalam beberapa bulan ke depan.