Ketahui Bahaya Zat Kimia Abadi dalam Pakaian Olahraga

Oleh Chodijah Febriani pada 10 Sep 2026, 08:56 WIB

Ilustrasi Berolahraga - pexels/Ruyat Supriazi

JAKARTA, Cobisnis.com - Tahukah kamu, selain memperhatikan komposisi atau kandungan dalam makanan, kita juga perlu mengetahui kandungan kimia yang terdapat dalam pakaian.

Hal tersebut menjadi sorotan karena Lululemon diselidiki oleh Jaksa Agung Texas terkait dugaan keberadaan PFAS, atau yang sering disebut "forever chemicals" pada pakaian olahraga mereka.

Kantor Jaksa Agung Texas mengatakan akan juga memeriksa Daftar Zat Terbatas Lululemon, protokol pengujian, dan praktik rantai pasokan untuk menilai apakah produknya sesuai dengan standar keselamatan yang dinyatakan perusahaan.

Namun, Lululemon membantah saat ini menggunakan PFAS dalam produknya. Perusahaan tersebut mengatakan telah menghapus bahan kimia tersebut pada tahun 2023, setelah penggunaannya yang terbatas pada sebagian kecil produk anti air.

PFAS (per- dan polyfluoroalkyl substances) adalah bahan kimia sintetis yang digunakan untuk membuat kain tahan terhadap air, noda, dan keringat, serta juga telah digunakan dalam peralatan masak antilengket dan beberapa kemasan makanan.

Meskipun penyelidikan tersebut belum terbukti, namun belajar dari kasus ini kita perlu waspada terhadap kandungan kimia dalam pakaian.

Untuk memahami lebih lanjut tentang bahan kimia ini dan risikonya, menurut Dr. Amit Saraf, direktur penyakit dalam, Rumah Sakit Jupiter, Thane, mengatakan PFAS sering disebut sebagai "bahan kimia abadi" karena beberapa di antaranya bertahan di lingkungan dan dapat tetap berada di dalam tubuh untuk waktu yang lama.

"Dari perspektif kesehatan, paparan berkepanjangan terhadap PFAS tertentu telah dikaitkan dengan efek pada sistem kekebalan tubuh, metabolisme dan fungsi hormonal."

"Namun, potensi dampak kesehatan bergantung pada faktor-faktor seperti jenis PFAS spesifik yang terlibat, jumlah paparan, dan durasi paparan. Oleh karena itu, keberadaan PFAS dalam suatu produk tidak boleh secara otomatis diartikan sebagai risiko kesehatan langsung," kata Dr. Saraf dilansir dari Indianexpress, Kamis (10/9/2026).

Apakah mengenakan pakaian olahraga yang mengandung PFAS berarti bahan kimia ini akan masuk ke dalam tubuh kita?

Dr. Saraf bilang, itu belum tentu. Kontak kulit tidak berarti bahwa sejumlah zat berbahaya akan otomatis terserap. Paparan dari pakaian dapat bervariasi tergantung pada jenis kain, bahan kimia yang digunakan, bagaimana pakaian tersebut diolah, dan seberapa sering pakaian tersebut dikenakan.

"Pada saat yang sama, pakaian olahraga umumnya dikenakan dekat dengan kulit dan seringkali saat berkeringat, jadi wajar untuk mendorong transparansi yang lebih besar tentang bahan kimia yang digunakan dalam produk tersebut," ungkapnya.

Jadi, apa yang harus diperhatikan konsumen saat membeli pakaian olahraga?

Dr. Saraf menyarankan bahwa konsumen harus mencari merek yang secara jelas mengungkapkan bahan dan perlakuan kimia yang digunakan, dan lebih memilih produk dengan sertifikasi bebas PFAS atau sertifikasi keamanan kimia yang kredibel jika tersedia.

"Penting juga untuk diingat bahwa paparan PFAS dapat berasal dari berbagai sumber lingkungan dan konsumen, sehingga berfokus pada satu kategori produk saja dapat memberikan gambaran yang tidak lengkap," tukasnya.