JAKARTA, Cobisnis.com - Sehari-hari kita pasti biasanya mengonsumsi protein, baik protein hewani dan juga protein nabati. Protein sering dikaitkan memiliki manfaat untuk pertumbuhan otot, pemulihan, dan kekuatan, tetapi apakah mengonsumsi terlalu banyak protein dapat memengaruhi kesehatan tulang?
Sebagai informasi, bahwa asupan protein tinggi meningkatkan kehilangan kalsium melalui urin, yang berpotensi melemahkan tulang seiring waktu. Namun, hubungan antara protein dan kesehatan tulang lebih kompleks.
Menurut Dr. Sarang Deshpande,Konsultan Ortopedi & Penggantian Sendi di Rumah Sakit KIMS, Thane, mengatakan peningkatan sementara kalsium dalam urin tidak selalu berarti tubuh kehilangan kalsium dari tulangnya. Protein sangat penting untuk membangun kerangka kolagen tulang dan menjaga kekuatan otot, yang membantu mengurangi risiko jatuh.
"Masalah muncul ketika diet tinggi protein tidak diimbangi dengan kalsium, vitamin D, dan nutrisi secara keseluruhan yang memadai," kata Dr. Deshpande dilansir dari Indianexpress, Sabtu (25/10/2026).
Oleh karena itu, kesehatan tulang bergantung pada kualitas dan keseimbangan diet secara keseluruhan, bukan hanya asupan protein saja.
Jadi, apakah terlalu banyak protein menyebabkan kehilangan kalsium?
Dr. Deshpande menjelaskan bahwa protein memainkan peran penting dalam menjaga struktur kolagen tulang yang menyediakan kerangka untuk kekuatan tulang. Protein juga membantu menjaga massa dan kekuatan otot, yang keduanya penting untuk keseimbangan dan mengurangi risiko jatuh, terutama seiring bertambahnya usia.
"Daripada mengurangi protein secara berlebihan, orang-orang sebaiknya memastikan bahwa diet mereka menyediakan cukup kalsium dan vitamin D. Nutrisi ini mendukung mineralisasi tulang dan membantu menjaga kesehatan kerangka," jelas Dr. Deshpande.
Apakah protein hewani memengaruhi tulang secara berbeda dibandingkan protein nabati?
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa protein hewani dan nabati sama-sama mampu mendukung kesehatan tulang.
Ia juga merekomendasikan pola makan yang bervariasi daripada menghindari satu kategori makanan kaya protein.
Komposisi nutrisi dari makanan-makanan ini juga penting. Produk susu menyediakan kalsium bersama dengan protein, sementara sumber protein nabati seringkali menyediakan serat dan nutrisi lainnya. Namun, tidak setiap makanan kaya protein menyediakan jumlah kalsium atau vitamin D yang sama.
Pendekatan praktisnya adalah menggabungkan berbagai sumber protein dengan makanan kaya kalsium dan memastikan asupan vitamin D yang cukup. Orang yang mengikuti diet vegetarian atau vegan harus memberikan perhatian khusus untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D mereka.
Berapa banyak protein yang sebaiknya konsumsi setiap hari?
Untuk orang dewasa yang umumnya sehat, kebutuhan protein dasar adalah sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan per hari. Misalnya, orang dewasa dengan berat 60 kg membutuhkan sekitar 48 gram protein setiap hari sebagai kebutuhan dasar.
Namun, kebutuhan individu dapat bervariasi tergantung pada usia, aktivitas fisik, status kesehatan, dan kebutuhan pemulihan.
"Kebutuhan protein mungkin lebih besar bagi orang lanjut usia. Mereka yang aktif secara fisik, dan individu yang sedang dalam masa pemulihan dari penyakit," ujar Dr. Deshpande.
Siapa yang seharusnya lebih berhati-hati mengenai asupan protein?
Menurut Dr. Deshpande, bagi orang yang berisiko terkena osteoporosis, penting untuk menjaga pola makan seimbang dengan protein, kalsium, dan vitamin D yang cukup, serta melakukan olahraga yang melibatkan beban tubuh.