Konflik Iran Ganggu Agenda Global, Pertemuan Trump dan Xi Jinping Mundur

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 17 Mar 2026, 22:03 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Donald Trump menunda rencana kunjungannya ke China untuk bertemu Xi Jinping. Keputusan ini diambil karena fokus Amerika Serikat tertuju pada konflik yang sedang berlangsung dengan Iran.

Penundaan ini terjadi menjelang jadwal pertemuan yang sebelumnya direncanakan pada akhir Maret hingga awal April 2026. Pertemuan tersebut semula diharapkan menjadi momentum penting bagi hubungan bilateral kedua negara.

Trump menyatakan dirinya perlu tetap berada di Washington untuk mengawasi perkembangan situasi perang. Ia menilai kehadiran langsung di dalam negeri lebih penting di tengah kondisi geopolitik yang memanas.

Pemerintah AS menegaskan bahwa penundaan ini murni karena faktor keamanan dan situasi global. Tidak ada alasan lain yang berkaitan dengan tekanan diplomatik terhadap China.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyebut bahwa bepergian ke luar negeri dalam situasi perang dinilai kurang tepat. Pemerintah ingin memastikan koordinasi berjalan maksimal di tengah krisis.

Konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran telah memicu ketegangan global. Dampaknya tidak hanya pada sektor keamanan, tetapi juga merembet ke ekonomi dan stabilitas energi dunia.

Harga minyak global mengalami tekanan akibat gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya energi dan memicu inflasi di berbagai negara.

Di sisi lain, hubungan antara AS dan China juga menghadapi tantangan. China diketahui merupakan salah satu pembeli utama energi Iran dan mengkritik langkah militer yang dilakukan AS dan sekutunya.

Meski demikian, komunikasi antara kedua negara masih berlangsung. Perwakilan dari AS dan China tetap mengadakan pertemuan untuk membahas isu perdagangan, investasi, dan kebijakan ekonomi.

Dalam pertemuan terakhir di Paris, kedua pihak disebut telah mencapai sejumlah kesepakatan awal. Negosiasi lanjutan direncanakan untuk menjaga stabilitas hubungan di tengah tekanan global.

Situasi ini menunjukkan bahwa konflik militer dapat berdampak langsung pada agenda diplomasi tingkat tinggi. Keseimbangan antara kepentingan keamanan dan hubungan internasional menjadi tantangan utama.

Penundaan KTT ini juga mencerminkan prioritas kebijakan luar negeri AS saat ini. Fokus utama diarahkan pada stabilitas kawasan Timur Tengah yang terus bergejolak.