Konsumsi Suplemen Bijak Jadi Kunci Kesehatan Masyarakat

Oleh Dwi Natasya pada 29 Apr 2026, 16:13 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan terus meningkat, termasuk dalam hal pencegahan penyakit. Layanan kesehatan preventif kini menjadi fokus utama, dengan 92% konsumen di Asia Pasifik menilai hal ini penting bagi kesejahteraan mereka.

Selain itu, tren serupa juga terlihat di Indonesia. Data dari Herbalife menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat mulai mengandalkan suplemen untuk menjaga kondisi tubuh.

Menurut Dr. Alex Teo, konsumsi suplemen kini menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Banyak individu menggunakannya untuk meningkatkan imunitas dan mendukung tujuan kesehatan secara keseluruhan.

Namun demikian, tingkat pemahaman masyarakat masih belum merata. Survei menunjukkan 88% konsumen di Indonesia rutin mengonsumsi suplemen, tetapi hanya 69% yang merasa telah memilih dengan cara yang tepat.

Kesenjangan pengetahuan ini terlihat dari minimnya pemahaman terkait dosis dan batas konsumsi. Selain itu, banyak konsumen juga belum memahami risiko interaksi antara suplemen dan obat.

Sebagai contoh, beberapa jenis suplemen dapat memengaruhi efektivitas obat tertentu. Bahkan, konsumsi berlebihan seperti kalsium dapat menimbulkan risiko kesehatan seperti hiperkalsemia.

Di sisi lain, tanggung jawab penggunaan suplemen tidak hanya berada pada konsumen. Penyedia produk dan tenaga kesehatan juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi yang jelas dan berbasis ilmiah.

Ke depan, kolaborasi antara konsumen, tenaga medis, dan industri menjadi kunci. Dengan edukasi yang tepat, konsumsi suplemen dapat memberikan manfaat optimal sekaligus mendukung kesehatan jangka panjang.