Gempa tersebut mengguncang kawasan utama penghasil kopi Kolombia pada Senin (10/08/2026). Guncangan kuat menyebabkan sejumlah bangunan bertingkat runtuh di beberapa kota, termasuk Pereira dan Cali, serta merobohkan salah satu menara katedral di Manizales.
“Kami masih memiliki rentang waktu yang cukup panjang. Kami memiliki waktu sekitar 24 jam lagi untuk menaruh harapan akan adanya kehidupan,” kata José Fernando Usma, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (12/08/2026).
Tim darurat yang terdiri dari petugas penyelamat, polisi, tentara, dan relawan bekerja sepanjang malam. Mereka menggunakan ekskavator dan peralatan lain, bahkan mengandalkan tangan untuk menyingkirkan puing-puing di lokasi yang sulit dijangkau.
Tim Palang Merah Kolombia juga mendeteksi suara serta sejumlah tanda yang diduga menunjukkan keberadaan korban selamat di bawah reruntuhan. Petugas kemudian memeriksa struktur bangunan yang rusak sebelum melanjutkan proses evakuasi.
Cali menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah. Sedikitnya 95 orang dilaporkan meninggal dunia di kota yang memiliki populasi sekitar 2,2 juta jiwa tersebut. Puluhan bangunan lainnya mengalami kerusakan berat, miring, hingga hancur total.
Gempa M 7,4 tersebut disebut sebagai salah satu gempa terkuat yang melanda Kolombia dalam beberapa dekade terakhir. Dampaknya terasa luas dan membuat warga di sejumlah wilayah harus meninggalkan bangunan yang dinilai membahayakan.
Di tengah meningkatnya jumlah korban, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan. Petugas berupaya menemukan warga yang kemungkinan masih terjebak di bawah bangunan yang runtuh.