JAKARTA, Cobisnis.com – Kerusakan jalan masih menjadi persoalan yang sering ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Kondisi tersebut memicu pertanyaan masyarakat mengenai penyebab banyak jalan di RI cepat rusak.
Salah satu faktor yang paling sering disorot adalah keberadaan kendaraan over dimension over loading atau ODOL. Kendaraan bermuatan berlebih dinilai mempercepat kerusakan jalan nasional maupun jalan tol.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU sebelumnya menyebut kendaraan ODOL menjadi penyebab terbesar kerusakan sejumlah ruas jalan. Data Weight in Motion menunjukkan hampir 20 persen kendaraan golongan tertentu terindikasi melanggar batas muatan.
Namun, sebagian pengamat transportasi menilai kerusakan jalan tidak hanya disebabkan truk ODOL semata. Kualitas konstruksi jalan yang buruk juga disebut menjadi faktor utama jalan mudah mengalami keretakan dan lubang.
Curah hujan tinggi juga ikut mempercepat kerusakan permukaan jalan di berbagai wilayah Indonesia. Air yang masuk ke lapisan aspal dapat mengurangi kekuatan struktur jalan apabila drainase tidak bekerja optimal.
Selain itu, pengawasan terhadap kendaraan bermuatan berlebih dinilai masih belum maksimal. Banyak jembatan timbang yang tidak aktif sehingga kendaraan ODOL masih leluasa melintas di jalan umum.
Pemerintah sendiri menargetkan Indonesia bebas kendaraan ODOL pada 2026 melalui penguatan regulasi angkutan barang. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi biaya perawatan jalan yang terus meningkat setiap tahun.
Persoalan jalan rusak kini menjadi tantangan besar bagi pembangunan infrastruktur nasional. Perbaikan kualitas konstruksi, sistem drainase, dan pengawasan kendaraan dinilai perlu dilakukan secara bersamaan agar jalan lebih tahan lama.