JAKARTA, Cobisnis.com – Pemandangan di Lebanon selatan berubah drastis saat memasuki wilayah yang diduduki Israel. Saat melintasi jalan pesisir di kawasan tersebut, bendera Lebanon dan Hezbollah yang sebelumnya berjejer di sepanjang jalan tiba-tiba berganti menjadi bendera Israel.
Tak lama kemudian, pos pemeriksaan militer Israel terlihat di depan. Sejumlah tentara berjaga dari balkon rumah-rumah yang masih dipenuhi bekas serpihan ledakan.
Namun, perubahan terbesar tampak setelah memasuki wilayah lebih dalam. Desa demi desa terlihat hancur. Sementara itu, banyak rumah kini hanya menyisakan puing-puing. Kondisi tersebut menggambarkan situasi di wilayah Lebanon yang berada di bawah pendudukan Israel.
Konvoi tersebut menuju tiga desa yang mayoritas dihuni warga Kristen. Berbeda dengan banyak desa Muslim Syiah di sekitarnya, kawasan tersebut terhindar dari tingkat kerusakan yang lebih parah.
Di sisi lain, sejumlah desa Syiah di wilayah sekitar kini menyerupai lahan kosong yang dipenuhi reruntuhan. Banyak bangunan hancur akibat konflik yang melanda kawasan perbatasan tersebut.
Selain itu, kerusakan yang terlihat menunjukkan besarnya dampak perang terhadap kehidupan masyarakat setempat. Banyak warga kehilangan rumah dan harus menghadapi perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, kondisi di Lebanon selatan terus menjadi perhatian di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara Israel dan kelompok bersenjata di kawasan tersebut.