Prabowo Ungkap Posisi RI di Hadapan Putin: Tetap Non-Blok

Oleh Hidayat Taufik pada 04 Sep 2026, 11:41 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif dengan mempertahankan prinsip non-blok. Indonesia tidak memilih untuk bergabung dengan aliansi militer tertentu.

Penegasan itu disampaikan Prabowo ketika menjadi pembicara dalam sesi pleno Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Dalam forum tersebut, Prabowo hadir bersama Presiden Rusia Vladimir Putin serta sejumlah pejabat dari negara lain.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sikap terbuka terhadap berbagai kekuatan di dunia dan tetap menghormati setiap pihak.

“Kami, berdasarkan tradisi, kami non-blok. Seperti yang saya katakan, kami tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun. Kami menghormati semua kekuatan,” ujar Prabowo, dikutip dari berbagai susmber, Jumat (4/09/26).

Prabowo juga menyampaikan bahwa prinsip independen tidak hanya diterapkan dalam kebijakan politik. Indonesia, menurutnya, turut mempertahankan sikap tersebut dalam hubungan ekonomi dengan negara-negara mitra.

Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama ekonomi dengan berbagai negara tanpa membatasi hubungan hanya dengan kelompok tertentu.

Dalam hubungan perdagangan, Prabowo menekankan pentingnya menciptakan kesepakatan yang memberikan rasa keadilan bagi seluruh pihak.

“Secara ekonomi, kami juga independen, dan kami ingin bekerja sama dengan semua sahabat kami. Kami ingin bekerja sama dengan semua negara. Hal ini sangat terbuka sejak hari pertama. Dalam semua negosiasi kami dengan semua mitra kami, mereka mengetahui hal ini dan kami menawarkan perdagangan yang adil,” tuturnya.

Prabowo kemudian menegaskan bahwa keterbukaan Indonesia tidak dapat diartikan sebagai keberpihakan kepada satu blok untuk menghadapi blok lainnya.

Ia mengatakan pemerintah akan memperlakukan seluruh negara secara adil, terutama mereka yang ingin menjalin hubungan dan kerja sama dengan Indonesia.

“Namun, seperti yang saya katakan, karena kami sangat terbuka, semua orang tahu, semua pihak tahu bahwa kami tidak akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk melawan kepentingan kelompok lain.

Kami akan memperlakukan semua orang yang ingin datang ke Indonesia secara adil," jelas Prabowo.

"Kami akan memberikan perlakuan yang sama kepada semua orang yang datang ke Indonesia dan kami bernegosiasi. Kami tidak ingin mengancam siapa pun. Jadi, itulah posisi kami,” sambungnya.

Putin Soroti Peran Strategis Indonesia

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin turut menyoroti posisi Indonesia dalam dinamika geopolitik internasional.

Putin menilai Indonesia memiliki pengaruh penting karena menjadi salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Selain itu, Indonesia juga memiliki populasi Muslim yang sangat besar.

Menurut Putin, karakteristik tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang keberadaannya perlu diperhitungkan dalam berbagai perkembangan dan kebijakan global.

“Saya ingin menarik perhatian pada fakta berikut, bahwa Indonesia bukan hanya negara terbesar dengan populasi Muslim terbesar, tetapi juga salah satu negara terbesar di dunia.

Apa pun jenis kebijakan yang sedang dijalankan di bagian dunia mana pun, Anda harus memperhitungkan hal ini juga,” kata Putin.