JAKARTA, Cobisnis.com – Ledakan gas di tambang batu bara China menewaskan sedikitnya 90 orang pada Jumat malam. Media pemerintah China menyebut tragedi itu sebagai bencana tambang paling mematikan dalam lebih dari satu dekade.
Ledakan terjadi di tambang batu bara Liushenyu di Kota Changzhi, Provinsi Shanxi. Menurut laporan media pemerintah, kadar karbon monoksida di dalam tambang melebihi batas aman.
Selain itu, sembilan orang masih dinyatakan hilang hingga Sabtu pagi. Tim penyelamat terus melakukan pencarian di bawah tanah setelah ledakan terjadi sekitar pukul 19.30 waktu setempat.
Sebanyak 400 hingga 500 personel dikerahkan dalam operasi penyelamatan tersebut. Pemerintah daerah Qinyuan menyatakan para pejabat tingkat provinsi juga sudah tiba di lokasi kejadian.
Saat ledakan terjadi, sekitar 247 pekerja berada di bawah tanah. Namun, tim penyelamat berhasil mengevakuasi sedikitnya 201 pekerja hingga Sabtu pagi.
Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan otoritas setempat. Presiden China Xi Jinping meminta proses penyelamatan dilakukan secara maksimal.