JAKARTA, Cobisnis.com – Lee Jae Myung memicu kemarahan pemerintah Israel setelah mengunggah video lama dari tahun 2024. Video itu menunjukkan tentara Israel mendorong jenazah dari sebuah bangunan di West Bank.
Selain itu, Lee meminta klarifikasi terkait kebenaran video tersebut. Ia juga menekankan pentingnya menindaklanjuti jika kejadian itu terbukti benar.
Namun, pernyataan Lee yang menyebut tidak ada perbedaan antara pembunuhan perang dan Holocaust memicu kontroversi. Akibatnya, Kementerian Luar Negeri Israel menyebut pernyataan itu tidak dapat diterima.
Selanjutnya, Israel menilai Lee telah meremehkan tragedi Holocaust. Mereka juga mengkritik penggunaan video lama yang dianggap tidak relevan.
Di sisi lain, Lee segera memberikan klarifikasi tambahan. Ia menyatakan video tersebut memang berasal dari insiden nyata pada September 2024.