JAKARTA, Cobisnis.com - Air sebuah kolam di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sempat berubah warna menjadi merah dan viral di media sosial. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor kemudian mengambil sampel air untuk mengetahui penyebab perubahan warna tersebut.
Kepala Dinas LH Kabupaten Bogor Teuku Bayu mengatakan dugaan sementara mengarah pada zat pewarna kain atau bahan lain yang dapat membuat air berubah warna dalam waktu singkat. Namun, dugaan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
"Jadi ini dugaan sementara, ini sambil menunggu hasil lab ya, dugaan sementara itu adalah semacam pewarna kain atau bahan-bahan yang lain, yang memerah kan sesaat gitu, air berubah warna sesaat," kata Bayu.
Menurut Bayu, perubahan warna pada kolam berlangsung dalam waktu relatif singkat. Air disebut sudah kembali normal dalam waktu kurang dari satu jam.
"Jadi, dalam hitungan enggak sampai sejam udah selesai lagi, itu sebenarnya. Jadi, fenomena alam buatan lah gitu, kira-kira gitu ya," sambungnya.
Petugas DLH Kabupaten Bogor telah mendatangi lokasi setelah fenomena tersebut menjadi perhatian masyarakat. Namun, saat petugas tiba, kondisi air kolam sudah kembali seperti semula.
"Ya, jadi kita sudah ke sana. Pas kita ke sana memang sudah selesai perubahan warna merahnya. Kita juga sudah ambil sampel airnya," ujar Bayu.
Hasil uji laboratorium nantinya akan digunakan untuk memastikan kandungan dalam air kolam tersebut. Pemeriksaan juga diperlukan untuk mengetahui apakah air tersebut aman apabila dikonsumsi.
Bayu mengatakan keberadaan zat pewarna dalam air tidak otomatis berarti berbahaya dalam setiap kondisi. Menurutnya, perlu dilihat terlebih dahulu jenis dan konsentrasinya berdasarkan ambang batas yang berlaku.
"Secara umum sih tidak baik ya. Tapi kan gini, ada ambang batas. Kalau di bawah ambang batas yang dalam aturannya itu, enggak ada masalah jika diminum," katanya.
DLH Kabupaten Bogor juga mengimbau masyarakat tidak langsung mengonsumsi air dari kolam tersebut. Masyarakat diminta menunggu kepastian hasil pemeriksaan sebelum mengambil kesimpulan mengenai kondisi air.
Bayu juga meminta masyarakat tidak terburu buru mengaitkan fenomena perubahan warna air dengan hal mistis. Menurutnya, kejadian yang tidak biasa sebaiknya terlebih dahulu diperiksa oleh pihak berwenang.
"Untuk imbauannya terhadap fenomena-fenomena yang terjadi seperti itu tidak langsung dikaitkan dengan mukjizat atau kegaiban atau apa gitu ya. Jadi sebaiknya masyarakat bijak untuk segera menghubungi pihak-pihak terkait untuk bisa memastikan air ini air apa gitu," ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar air yang belum diketahui kandungannya tidak langsung dijadikan sebagai air konsumsi maupun dianggap memiliki nilai khusus. Kepastian mengenai penyebab perubahan warna tetap menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.