JAKARTA, Cobisnis.com - Harga bunga mawar di Sentra Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat, melonjak tajam dalam dua pekan terakhir. Kenaikan harga dipicu berkurangnya pasokan dari sejumlah daerah sentra produksi di tengah tingginya permintaan pasar.
Pedagang bunga di Rawa Belong, Dani, mengatakan mawar menjadi komoditas yang paling banyak mengalami kenaikan harga. Pasokan yang terbatas membuat stok di tingkat pedagang cepat menipis.
Jika sebelumnya mawar dijual sekitar Rp50.000 per ikat, kini harganya mencapai Rp150.000 per ikat. Kenaikan terjadi pada berbagai jenis mawar yang banyak digunakan untuk buket dan rangkaian bunga.
Menurut Dani, cuaca yang kurang mendukung menyebabkan hasil panen bunga dari petani menurun. Kondisi tersebut terjadi di sejumlah daerah pemasok utama seperti Malang, Bandung, dan Cianjur.
Tidak hanya mawar, beberapa jenis bunga lain juga mengalami penurunan pasokan. Namun mawar merah menjadi jenis yang paling sulit ditemukan dalam jumlah besar.
Di saat stok terbatas, permintaan justru meningkat signifikan. Musim wisuda dan kelulusan sekolah mendorong kebutuhan bunga di berbagai daerah.
Pedagang lain, Gatot, mengatakan tingginya permintaan membuat bunga yang datang langsung habis terjual. Harga mawar di kiosnya bahkan sempat menyentuh Rp170.000 per ikat.
Meski begitu, ia optimistis kondisi pasar akan segera membaik. Berdasarkan informasi dari distributor, pasokan bunga mulai kembali normal dan harga diperkirakan turun dalam waktu dekat.
Lonjakan harga mawar turut dirasakan pelaku usaha florist dan perajin buket. Mereka harus menyesuaikan harga jual agar tetap mampu menutupi kenaikan biaya bahan baku.
Perajin buket bernama Nadia mengungkapkan harga satu tangkai bunga kini naik menjadi sekitar Rp30.000. Sementara buket standar yang sebelumnya dijual Rp150.000 kini berada di kisaran Rp170.000 hingga Rp200.000.
Meski harga meningkat, permintaan buket bunga masih cukup tinggi. Pelaku usaha berharap pasokan kembali stabil agar harga lebih terjangkau bagi konsumen.