Netanyahu Diam-Diam ke Abu Dhabi, Bertemu Presiden UEA di Bandara

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 30 Sep 2026, 16:10 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan rahasia ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Minggu, 27 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, Netanyahu bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Kunjungan tersebut sebelumnya tidak diumumkan secara terbuka dan baru dikonfirmasi oleh kantor berita resmi UEA pada Senin. Kedua pihak disebut membahas hubungan bilateral serta cara memperkuat dan mengembangkannya.

Netanyahu dilaporkan terbang menggunakan pesawat pribadi menuju Abu Dhabi sekitar tengah hari. Ia berada di UEA selama sekitar empat jam sebelum kembali ke Israel pada hari yang sama.

Pertemuan dengan Mohamed bin Zayed disebut berlangsung sekitar satu jam. Laporan media Israel menyebut pertemuan tersebut digelar di bandara, bukan di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan yang biasanya digunakan untuk sejumlah acara kenegaraan.

Setelah pertemuan bilateral tersebut, laporan media Israel menyebut Netanyahu juga mengikuti pembicaraan yang lebih luas dengan sejumlah pejabat dari negara Timur Tengah lainnya. Beberapa negara yang disebut dalam laporan tersebut diketahui belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Laporan KAN menyebut sejumlah pesawat dari beberapa negara Timur Tengah dan Afrika Utara berada di Abu Dhabi pada waktu yang berdekatan dengan kunjungan Netanyahu. Di antaranya pesawat pemerintah Libya, pesawat Hercules Maroko, pesawat militer Qatar dan pesawat pemerintah UEA dari Riyadh.

Menurut laporan tersebut, pembicaraan yang diperluas disebut membahas kerja sama regional dalam menghadapi Iran. Namun, informasi mengenai peserta dan agenda pertemuan tersebut belum seluruhnya dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah negara terkait.

Kunjungan Netanyahu juga berlangsung di tengah kontroversi di Israel mengenai laporan bahwa Mohamed bin Zayed disebut pernah memberikan peringatan kepada Netanyahu sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Klaim tersebut sebelumnya diberitakan media Israel dan dibantah oleh kantor Netanyahu.

Menurut laporan yang mengutip sumber yang mengetahui kunjungan tersebut, isu peringatan itu turut menjadi pembahasan dalam pertemuan Netanyahu dan Mohamed bin Zayed. Namun, pemerintah UEA tidak mengonfirmasi isi pembicaraan tersebut dan menyampaikan bahwa pertemuan membahas hubungan bilateral.

Pertemuan ini menjadi perhatian karena berlangsung ketika hubungan Israel dan UEA terus menjadi bagian dari dinamika diplomatik Timur Tengah. Kedua negara secara resmi menjalin hubungan diplomatik pada 2020 melalui Abraham Accords dan tetap mempertahankan jalur komunikasi di tengah ketegangan regional.