Nigel Farage Hadapi Tekanan Baru di Tengah Sorotan Soal Pendanaan Reform UK

Oleh Zahra Zahwa pada 06 Jul 2026, 12:03 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemimpin Reform UK, Nigel Farage, menghadapi tekanan politik baru setelah muncul pertanyaan mengenai pendanaan partainya.

Selama bertahun-tahun, Farage dikenal mampu melewati berbagai kontroversi. Selain itu, gaya komunikasinya yang lugas dan konfrontatif membuat posisinya tetap kuat di mata para pendukung.

Farage menjadi salah satu tokoh utama di balik Brexit. Ia juga dikenal sebagai pemimpin gerakan populis sayap kanan yang menentang imigrasi di Inggris.

Reform UK saat ini memimpin sejumlah jajak pendapat nasional. Meski begitu, partai tersebut hanya memiliki delapan anggota dari total 650 anggota parlemen Inggris.

Dalam beberapa pekan terakhir, momentum politik Reform UK mulai melambat. Karena itu, partai menghadapi tantangan untuk memperluas pengaruhnya di parlemen.

Pada pemilihan lokal Mei lalu, Reform UK mencatat kemenangan besar. Namun, hasil tersebut belum mampu diterjemahkan menjadi tambahan kursi parlemen. Selain itu, partai kehilangan dua pemilihan sela penting tahun ini. Kursi tersebut dimenangkan oleh Partai Hijau dan Partai Buruh.

Di sisi lain, Reform UK juga menghadapi persaingan dari kubu kanan. Partai Restore Britain yang dipimpin mantan anggota parlemen Reform UK, Rupert Lowe, mulai menarik perhatian. Situasi tersebut menambah tekanan terhadap Farage. Sementara itu, isu pendanaan partai terus menjadi sorotan dalam dinamika politik Inggris.