Jamkrindo

Pagi vs Malam, Ini Waktu Jalan Kaki yang Paling Efektif

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 06 Jan 2026, 09:09 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Jalan kaki menjadi salah satu aktivitas fisik paling sederhana yang memberi manfaat besar bagi kesehatan fisik dan mental. Aktivitas ini mudah dilakukan, minim risiko, dan bisa diterapkan oleh berbagai kelompok usia dalam rutinitas harian.

Waktu pelaksanaan jalan kaki ternyata turut memengaruhi manfaat yang diperoleh. Pagi dan malam hari sama-sama menawarkan efek positif, namun bekerja dengan mekanisme yang berbeda sesuai kondisi tubuh dan kebiasaan individu.

Jalan kaki di pagi hari memberi keuntungan dari paparan sinar matahari. Studi tahun 2024 dalam Journal of Health Psychology menunjukkan paparan cahaya pagi membantu mengatur ritme sirkadian dan meningkatkan kualitas tidur malam hari.

Sinar matahari pagi juga membantu pembentukan vitamin D yang berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Dalam konteks kesehatan masyarakat, kecukupan vitamin D berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kronis.

Penelitian tahun 2023 mencatat jalan kaki pagi hari dapat memperbaiki tekanan darah dan sensitivitas insulin, terutama pada kelompok dengan sindrom metabolik. Temuan ini relevan di tengah meningkatnya angka penyakit tidak menular di perkotaan.

Namun, jalan kaki pagi dalam kondisi perut kosong tidak cocok bagi semua orang. Ahli bedah bariatrik Michael Russo menyebut pembakaran lemak memang meningkat, tetapi risiko kelelahan dan penurunan massa otot tetap perlu diperhatikan.

Di sisi lain, jalan kaki malam hari memberi manfaat pada sistem pencernaan. Aktivitas ringan setelah makan malam membantu menstabilkan gula darah dan mengurangi kebiasaan ngemil sebelum tidur.

Profesor kinesiologi Universitas Michigan, Laura A. Richardson, menjelaskan jalan kaki malam juga efektif menurunkan stres setelah aktivitas seharian. Efek ini penting dalam konteks kesehatan mental masyarakat perkotaan.

Dampaknya terhadap tidur bersifat individual. Bagi sebagian orang, olahraga malam membantu relaksasi, sementara bagi yang terbiasa bangun pagi, aktivitas terlalu malam bisa mengganggu jam biologis.

Secara keseluruhan, pakar menekankan konsistensi sebagai faktor utama. Memilih waktu jalan kaki yang bisa dilakukan rutin dinilai lebih berdampak dibanding memaksakan jadwal yang sulit dijaga.

Menjadikan jalan kaki sebagai kebiasaan harian bukan hanya soal kesehatan individu, tetapi juga bagian dari gaya hidup aktif yang mendukung produktivitas dan keseimbangan hidup masyarakat modern.