JAKARTA, Cobisnis.com - Komika Pandji Pragiwaksono menyampaikan sejumlah kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyoroti komunikasi pemerintah, pelaksanaan program, hingga persoalan pembiayaan politik yang dinilai perlu dibenahi.
Dalam perbincangannya bersama Samuel Christ, Pandji menilai komunikasi menjadi salah satu persoalan utama pemerintah saat ini. Menurutnya, kebijakan yang baik tetap bisa memicu kemarahan publik jika disampaikan dengan cara yang tidak tepat.
“Kalau komunikasi kita enak, komunikasi kita terbuka, komunikasi kita jelas, komunikasi kita simpatik, enggak terlalu akan memicu kemarahan,” ujar Pandji, dikutip dari kanal YouTube Samuel Christ, Kamis (22/10/2026).
Pandji mengatakan pemerintah sebenarnya telah membuka ruang komunikasi dengan publik. Namun, ia menilai jawaban dan respons terhadap sejumlah persoalan masih perlu diperbaiki agar masyarakat merasa didengar.
Ia juga menyoroti kecenderungan pemerintah menjalankan program dalam skala besar sejak awal. Menurut Pandji, proyek sebaiknya dimulai melalui uji coba atau pilot project sebelum diperluas untuk mengurangi risiko kegagalan.
“Pemerintah itu enggak pernah punya masalah sama ide. Ide sih bagus mulu,” kata Pandji, dikutip dari kanal YouTube Samuel Christ, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, tantangan terbesar justru terletak pada pelaksanaan program. Eksekusi yang tidak terukur dapat membuat kebijakan yang awalnya menjanjikan berujung pada persoalan baru.
Selain komunikasi dan pelaksanaan program, Pandji menilai pembiayaan politik juga perlu dibahas secara terbuka. Ia mengaitkan persoalan pendanaan partai dan kampanye dengan risiko munculnya praktik korupsi serta kecurangan politik.
Pandji turut menyinggung target Indonesia Emas 2045. Ia menilai pencapaian target tersebut membutuhkan evaluasi realistis terhadap kondisi saat ini, termasuk kesiapan modalitas dan langkah perbaikan yang diperlukan.
“Lebih baik kita terima aja kenyataannya seperti apa dan kita mikir berarti apa yang kita mesti perbaiki,” ujar Pandji, dikutip dari kanal YouTube Samuel Christ, Kamis (22/10/2026).
Pandji menegaskan bahwa bersikap realistis bukan berarti pesimistis terhadap masa depan Indonesia. Menurutnya, pengakuan terhadap persoalan yang ada justru menjadi langkah awal untuk menentukan perbaikan yang lebih tepat.