Pasar 1001 Malam Digelar di Banda Aceh, Kemenko PM Dorong UMKM dan Aksi Kemanusiaan

Oleh Dwi Natasya pada 11 Mar 2026, 21:56 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menggelar program Pasar 1001 Malam di Lapangan Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, pada 11–13 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari Festival Jejak Jajanan Nusantara (JJN) yang sebelumnya digelar di Jakarta sebagai model pengembangan pasar kreatif berbasis pemberdayaan masyarakat.

Provinsi Aceh dipilih sebagai lokasi kegiatan untuk mengedepankan nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial. Bagi Kemenko PM, penguatan ekonomi masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit pasca-bencana.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menegaskan bahwa aspek kemanusiaan menjadi bagian penting dari strategi pemberdayaan masyarakat yang dijalankan pemerintah.

“Pasar 1001 Malam bukan sekadar pusat transaksi ekonomi, melainkan wadah aksi kemanusiaan,” ujar Leontinus dalam keterangan tertulisnya.

Selain memiliki dimensi sosial, program ini juga berfungsi sebagai katalis untuk memperkuat UMKM dan sektor ekonomi kreatif dengan memanfaatkan aset milik pemerintah dan BUMN yang sebelumnya kurang produktif. Ruang-ruang tersebut diubah menjadi creative compound yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha dengan biaya terjangkau.

Di Aceh, kegiatan Pasar 1001 Malam dikemas dengan nuansa Ramadan. Berbagai kegiatan digelar mulai dari bazaar dan expo kuliner serta kerajinan, hingga panggung Talenta Da’i Cilik untuk mengembangkan potensi anak-anak.

Kegiatan ini juga menghadirkan layanan sosial bagi masyarakat, seperti klinik kesehatan gratis yang menyediakan pemeriksaan medis dasar. Selain itu, terdapat program Klinik UMKM Bangkit yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memberikan pendampingan legalitas usaha bagi pelaku UMKM.

“Kami ingin menciptakan pengalaman yang tidak hanya memikat secara visual melalui konsep Coffee Truck dan talkshow interaktif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat,” jelas Leontinus.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Melalui sinergi solid antara pemerintah, swasta, dan komunitas, kami yakin kemandirian ekonomi yang bermartabat dapat terwujud,” lanjutnya.

Dalam rangkaian kegiatan Pasar 1001 Malam tersebut, Kemenko PM juga akan menyalurkan sejumlah bantuan sosial. Di antaranya pemberian pangan olahan siap saji bagi penyintas banjir, penyerahan 103 unit hunian sementara hasil kolaborasi dengan Rumah Zakat, serta penyaluran 1.000 kitab kuning untuk pesantren di Aceh Utara dan Aceh Tamiang.