JAKARTA, Cobisnis.com – Pope Leo XIV menegaskan bahwa perang tidak boleh dibenarkan atas nama Tuhan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel.
Karena itu, Paus Leo XIV kini muncul sebagai salah satu suara paling kuat yang menyerukan penghentian konflik global.
Dalam pernyataannya di Castel Gandolfo, Paus Leo XIV berharap para pemimpin dunia segera mencari jalan keluar diplomatik. Ia secara khusus berharap Donald Trump menemukan langkah untuk menghentikan eskalasi perang.
Paus Leo XIV menyampaikan jawabannya dalam bahasa Inggris. Selain itu, langkah tersebut dinilai sebagai pesan langsung yang mudah dipahami oleh pemerintah di Washington.
Ia menekankan bahwa negosiasi harus menjadi prioritas utama. Karena itu, ia kembali meminta penghentian kekerasan di kawasan Timur Tengah.
Paus Leo XIV juga menolak gagasan bahwa agama dapat dipakai untuk membenarkan perang. Dalam khotbah Minggu Palma, ia menegaskan bahwa Yesus adalah Raja Damai yang menolak perang.
Menurutnya, Tuhan tidak mendengar doa dari pihak yang memulai peperangan. Selain itu, ia mengutip kitab suci dengan menyebut tangan para pelaku perang penuh darah.
Pernyataan itu muncul setelah Pete Hegseth menggunakan narasi keagamaan dalam membahas dukungan militer Amerika Serikat. Karena itu, perbedaan posisi antara Vatikan dan sebagian pejabat Washington terlihat semakin jelas.
Sejumlah teolog menilai Paus Leo XIV sedang membangun garis moral yang tegas. Namun, ia tetap memakai pendekatan yang tenang dan tidak konfrontatif.
Pada pekan suci ini, Paus Leo XIV juga mengusulkan gencatan senjata Paskah. Selain itu, ia melakukan pembicaraan terpisah dengan presiden Israel dan Ukraina.
Cardinal Robert McElroy menyebut konflik saat ini tidak sesuai dengan prinsip perang yang adil dalam ajaran Katolik. Menurutnya, perang terhadap Iran berisiko memperluas kerusakan global.
Pandangan serupa juga disampaikan Timothy Broglio. Ia menilai ancaman tidak bisa dijadikan alasan menyerang sebelum ancaman nyata terjadi.