SBY Desak PBB Hentikan Misi UNIFIL Usai 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon 2026

Oleh Hidayat Taufik pada 05 Apr 2026, 13:35 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menghentikan misi UNIFIL di Lebanon. Permintaan ini muncul setelah tiga prajurit TNI gugur dalam serangan.

SBY menyampaikan hal itu melalui media sosial pada Minggu, 5 April 2026. Ia lebih dulu menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit Indonesia.

Selain itu, SBY mengenang momen saat memberi penghormatan terakhir kepada para korban. Ia menegaskan bahwa tugas penjaga perdamaian sangat berisiko tinggi.

Namun demikian, SBY menilai situasi saat ini sudah jauh lebih berbahaya. Ia menyebut pasukan perdamaian kini berada di zona perang aktif.

Sementara itu, konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah terus meningkat. Bahkan, pasukan Israel dilaporkan maju beberapa kilometer dari garis “Blue Line”.

Karena itu, SBY meminta PBB mengambil langkah tegas. Ia mendorong penghentian sementara atau relokasi pasukan ke area yang lebih aman.

Di sisi lain, SBY juga mendukung langkah Prabowo Subianto. Presiden saat ini telah meminta investigasi menyeluruh atas insiden tersebut.

Selain investigasi, SBY menekankan pentingnya transparansi. Ia ingin hasil penyelidikan dapat diterima secara logis oleh publik.

Lebih lanjut, SBY mengingatkan bahwa pasukan UNIFIL memiliki mandat terbatas. Mereka tidak dipersenjatai untuk pertempuran langsung.

Oleh sebab itu, keberadaan mereka di zona konflik aktif sangat berisiko. Ia menilai kondisi ini tidak sesuai dengan prinsip awal misi perdamaian.

SBY juga mendesak Dewan Keamanan PBB segera bersidang. Ia berharap ada resolusi yang jelas dan tegas.

Di akhir pernyataannya, SBY memberi semangat kepada prajurit Indonesia di Lebanon. Ia meminta mereka tetap menjalankan tugas dengan hati-hati.