Pemerintah Siapkan Kompleks Haji, Indonesia Raih Hak Milik Properti di Makkah dan Madinah

Oleh Hidayat Taufik pada 04 Feb 2026, 14:42 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Indonesia bersiap menorehkan tonggak baru dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Indonesia dipastikan menjadi negara pertama yang akan memiliki properti di dua kota suci Islam, Makkah dan Madinah, sebagai bagian dari rencana pembangunan Kompleks Haji Indonesia.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa rencana strategis tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat berdialog dengan para tokoh agama Islam di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (3/2/2026). Dalam pertemuan itu, Presiden menegaskan bahwa peluang membeli properti di kawasan suci tersebut belum pernah diberikan kepada negara lain.

“Kesempatan ini sangat istimewa karena Indonesia menjadi satu-satunya negara yang diberi izin untuk memiliki properti di Makkah dan Madinah,” ujar Nasaruddin, Rabu (4/2/2026).

Nasaruddin menilai, kepercayaan Pemerintah Arab Saudi tidak lepas dari hubungan kerja sama yang kuat antara kedua negara, termasuk komunikasi yang intens antara Presiden Prabowo dan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Hubungan bilateral yang solid tersebut membuka akses bagi Indonesia untuk mendapatkan lokasi strategis di dua kota suci.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Kompleks Haji Indonesia di Makkah direncanakan berdiri di atas lahan seluas sekitar 60 hektare, dengan jarak kurang lebih 1 hingga 3 kilometer dari Masjidilharam. Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan rencana pembangunan terowongan penghubung guna mempermudah akses jemaah menuju pusat ibadah.

“Alhamdulillah, kita memperoleh lahan yang luas dan sangat strategis. Ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan pelayanan haji bagi jemaah Indonesia,” katanya.

Ke depan, pembangunan Kompleks Haji Indonesia diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan kualitas layanan bagi jemaah haji Indonesia, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama penyelenggaraan ibadah haji dengan Arab Saudi.