JAKARTA, Cobisnis.com – Tim SAR gabungan memperluas operasi pencarian KLM Nurul Salsa yang diduga tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Pencarian dilanjutkan setelah kapal dilaporkan mengalami insiden pada Rabu (15/7) siang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan tim langsung bergerak begitu menerima laporan kejadian. Operasi melibatkan Basarnas, TNI AL, BPBD Selayar, Polair, Syahbandar, SROP Selayar, hingga kapal-kapal nelayan setempat.
Selain itu, KRI Marlin-877 dikerahkan dari Makassar untuk memperkuat proses pencarian. KM Harapan Jaya yang berada di sekitar lokasi juga ikut membantu karena dinilai mampu menghadapi gelombang tinggi dan berpotensi menarik KLM Nurul Salsa apabila berhasil ditemukan.
Tim SAR sempat melihat cahaya yang diduga berasal dari kapal di sebelah barat Pulau Polassi. Namun, komunikasi kemudian terputus akibat keterbatasan jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut.
Pencarian kini difokuskan di sekitar titik kejadian serta area yang ditentukan berdasarkan perhitungan Search and Rescue Planning (Sarmap). Basarnas berharap seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan dalam kondisi terbaik.
Data terbaru menunjukkan jumlah orang di atas kapal mencapai 74 orang, lebih banyak dibanding laporan awal. Sebanyak 41 orang berhasil dievakuasi oleh KM Harapan Kita, sementara enam lainnya diselamatkan kapal nelayan dan dibawa ke Pulau Polassi.
Berdasarkan manifes, KLM Nurul Salsa mengangkut sekitar 17 ton muatan berupa beras, kopra, arang, empat ekor sapi, serta enam sepeda motor. Kapal berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar sebelum mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan hingga air masuk ke ruang mesin.
Basarnas mengimbau masyarakat untuk mendoakan kelancaran operasi pencarian yang masih berlangsung. Seluruh unsur SAR terus berupaya menyisir area pencarian meski dihadapkan pada kondisi cuaca dan gelombang laut yang cukup menantang.